info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

FF UNAIR dan The University of Queensland Bahas Kolaborasi e-Asia Joint Research Program

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menggelar initial meeting bersama The University of Queensland (UQ), Australia, untuk membahas peluang kolaborasi dalam skema e-Asia Joint Research Program (JRP). Pertemuan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan menjadi langkah awal penjajakan kerja sama riset internasional antara kedua institusi.

Rapat tersebut dihadiri oleh Dekan FF UNAIR beserta jajaran Wakil Dekan. Turut hadir pula salah satu dosen FF UNAIR, apt. Suciati, S.Si., MPhil., Ph.D., yang membagikan pengalamannya saat mengikuti dan mengajukan proposal dalam program e-Asia JRP beberapa tahun lalu. Dalam paparannya, ia menjelaskan mekanisme pengajuan, strategi membangun konsorsium riset internasional, serta tantangan dan peluang dalam kompetisi pendanaan riset kolaboratif lintas negara.

Dari pihak The University of Queensland, pertemuan dihadiri oleh Prof. Maree Smith, Director CIPDD (Centre for Integrated Preclinical Drug Development), School of Biomedical Sciences, Faculty of Medicine, UQ, serta Dr. Andy Kuo, Assistant Director CIPDD. Kedua perwakilan UQ menyampaikan ketertarikan untuk memperkuat kolaborasi riset di bidang pengembangan obat dan biomedical sciences melalui skema pendanaan internasional seperti e-Asia JRP.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas potensi topik riset bersama, skema pendanaan, serta peluang pembentukan tim kolaboratif yang melibatkan peneliti dari kedua universitas. Selain itu, dibahas pula kemungkinan penguatan kerjasama jangka panjang melalui pertukaran peneliti dan pengembangan kapasitas riset.

Melalui pertemuan ini, FF UNAIR menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring riset internasional serta meningkatkan partisipasi dosen dalam program pendanaan global. Diharapkan, langkah awal ini dapat berlanjut pada pengajuan proposal bersama dalam e-Asia Joint Research Program dan menghasilkan luaran riset yang berdampak luas bagi pengembangan ilmu kefarmasian dan kesehatan global. Pertemuan ini selaras dengan SDGs 17 "Partnership for the Goals".