info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Prof. Retno Widyowati Perkenalkan Inovasi Nanoemulgel Nauclea subdita pada Konferensi Internasional BioCM-9 di China

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR), Prof. apt. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D., menunjukkan kontribusi di kancah internasional. Beliau berpartisipasi sebagai pembicara sekaligus moderator dalam kegiatan BioCM-9 (9th Hunan International Conference for Innovation and Development of Biomedicine and Chinese Medicine) yang diselenggarakan oleh Hunan University of Chinese Medicine di Changsha, Hunan, China, pada 2 November 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Retno Widyowati hadir sebagai pembicara dengan menyampaikan materi berjudul "Translating Ethnomedicine into Innovation: Nauclea subdita Nanoemulgel for Anti-Aging Product Development". Materi ini mengangkat potensi pengembangan pengetahuan pengobatan tradisional atau etnomedisin menjadi sebuah inovasi produk berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi.

Melalui pemaparannya, Prof. Retno memperkenalkan pengembangan nanoemulgel berbahan dasar Nauclea subdita sebagai salah satu upaya inovasi dalam pengembangan produk anti-aging. Topik tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan bahan alam dan pengetahuan tradisional dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pendekatan teknologi farmasi modern untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai inovasi dan potensi pemanfaatan yang lebih luas.

Selain menjadi pembicara, Prof. Retno juga dipercaya untuk bertugas sebagai moderator dalam salah satu sesi konferensi. Peran ini menjadi bentuk kontribusi aktif beliau dalam mendukung pertukaran pengetahuan, diskusi ilmiah, serta interaksi akademik antara para peneliti dan pakar dari berbagai negara.

Partisipasi dalam BioCM-9 menjadi kesempatan strategis bagi FF UNAIR untuk memperluas jejaring akademik dan memperkenalkan hasil pengembangan riset kepada komunitas ilmiah internasional. Kehadiran Prof. Retno juga mencerminkan komitmen FF UNAIR dalam mendorong riset inovatif, khususnya pengembangan bahan alam melalui teknologi farmasi yang berorientasi pada kebutuhan kesehatan dan kosmetik.

Kehadirian beliau pada BioCM-9 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan inovasi yang berpotensi mendukung kesehatan dan kualitas hidup, serta SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset, pengembangan teknologi, dan inovasi berbasis bahan alam.