
Prof. Dr. apt. Yunita Nita, S.Si., M.Pharm. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menghadiri undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan APAC C&C Expert Roundtable Discussion yang diselenggarakan oleh Procter & Gamble (P&G) di Bangkok, Thailand, pada 2 November 2026. Kegiatan ini menjadi forum diskusi tingkat regional yang mempertemukan para ahli dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Forum tersebut diselenggarakan sebagai wadah pertukaran perspektif dan keilmuan para pakar dalam merumuskan konsensus praktis berbasis bukti ilmiah (evidence-informed consensus) terkait penatalaksanaan infeksi saluran pernapasan atas tanpa komplikasi (uncomplicated upper respiratory tract infections).
Dalam diskusi tingkat tinggi ini, para peserta membahas empat fokus utama. Pertama, pengembangan kerangka pelayanan kesehatan regional (regional care framework) untuk mendukung penanganan infeksi saluran pernapasan atas. Kedua, pengelolaan gejala berdasarkan bukti ilmiah (evidence-based symptomatic management) guna mendukung pemilihan terapi yang tepat. Ketiga, penerapan prinsip antimicrobial stewardship atau pengendalian penggunaan antimikroba secara bijak untuk mencegah penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Keempat, identifikasi prioritas pengembangan bukti ilmiah dan inovasi di masa mendatang.
Partisipasi Guru Besar FF UNAIR dalam forum internasional ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi Universitas Airlangga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik kesehatan berbasis bukti. Pertukaran wawasan lintas negara diharapkan dapat memperkuat kolaborasi keilmuan sekaligus mendukung pengembangan rekomendasi penanganan infeksi saluran pernapasan atas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan Asia-Pasifik.
Partisipasi aktif Prof. Yunita ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan pengetahuan dan rekomendasi berbasis bukti untuk penanganan infeksi saluran pernapasan serta penggunaan antimikroba secara bijak. Selain itu, kegiatan ini juga relevan dengan SDGs poin 17 (Partnerships for the Goals) melalui pertukaran keilmuan dan kolaborasi para ahli lintas negara di kawasan Asia-Pasifik.
