info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Tim Pengmas FF Unair - IAI Situbondo Tingkatkan Literasi dan Keamanan Penggunaan Obat di Desa Banyuglugur

Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Literasi dan Keamanan Penggunaan Obat di Desa Banyuglugur Situbondo.

Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Literasi dan Keamanan Penggunaan Obat di Desa Banyuglugur Situbondo.

SITUBONDO - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Pemerintah Desa Banyuglugur dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Situbondo menggelar kegiatan Pemberdayaan Kader PKK dan Karang Taruna sebagai Agen Perubahan dalam Meningkatkan Literasi dan Keamanan Penggunaan Obat di Masyarakat guna Mendukung SDGs 3 dan SDGs 17, Senin (19/10/2026) bertajuk. Program yang mengusung flagship AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity) ini bertujuan meningkatkan literasi serta keamanan penggunaan obat di tengah masyarakat guna mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Foto bersama tim pengmas FFUA, pemerintah daerah desa Banyuglugur Kab Situbondo dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Situbondo.
Foto bersama tim pengmas FFUA, pemerintah daerah desa Banyuglugur Kab Situbondo dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Situbondo.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih maraknya permasalahan terkait obat di masyarakat, seperti praktik swamedikasi yang keliru, penggunaan antibiotik tanpa indikasi yang jelas, penyimpanan obat yang tidak tepat, serta rendahnya kesadaran mengenali obat palsu. Berbagai persoalan ini berisiko memicu efek samping, kegagalan terapi, hingga resistensi antibiotika yang dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas warga.

Ketua Tim Pengmas FF UNAIR, Prof. Dr. Retno Sari, Apt., menyampaikan bahwa penerjunan langsung ke masyarakat merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai bentuk sediaan obat, aspek kemasan, stabilitas obat, hingga bahaya peredaran produk kesehatan ilegal.

Kepala Desa Banyuglugur, Sumarno, S.Pd., menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap para peserta dapat menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada seluruh warga desa. Ia juga berharap program edukasi ini dapat diagendakan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing demi mewujudkan ketahanan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Ketua tim pengmas FFUA Prof. Retno Sari memberikan materi penyuluhan jenis kemasan obat.

Ketua tim pengmas FFUA Prof. Retno Sari memberikan materi penyuluhan jenis kemasan obat.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari unsur kader PKK, Karang Taruna, guru, dan perangkat desa ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta praktik langsung membaca informasi pada kemasan obat. Diharapkan, para peserta dapat bertindak sebagai agen perubahan yang mampu menyebarluaskan edukasi keamanan obat secara konsisten di Kabupaten Situbondo.

disadur dari : GLOBAL-NEWS.CO.ID