info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

FF UNAIR dan Merck Gelar Workshop TLC Explorer, Perkuat Keterampilan Analisis Kafein

Grup Riset Pharmaceutical Analytical Development Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) bersama Unit Layanan Pengujian UNAIR dan PT Merck menyelenggarakan “Workshop Analytical Chemistry: Stepping into the Future of TLC” pada 23 Oktober 2026 di Ruang Sidang Utama Gedung Nani UNAIR. Kegiatan ini memadukan pemaparan materi dari dua narasumber dengan praktik langsung penggunaan TLC Explorer untuk analisis kafein dalam kopi.

Workshop diikuti peserta dari industri farmasi serta kalangan akademisi dan peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Hang Tuah (UHT), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri, dan UNM. Kehadiran peserta dari berbagai institusi menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar dan pertukaran pengalaman dalam analisis laboratorium terkait aplikasi TLC.

Dua narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. apt. Mochammad Yuwono, MS. dari FF UNAIR, serta apt. Annas Trisaksono, S.Si., Sales Specialist Merck Life Science Indonesia. Sesi materi memberikan pembekalan mengenai kromatografi lapis tipis dan pengenalan teknologi pendukung analisis.

Kromatografi lapis tipis (KLT), atau thin-layer chromatography (TLC), merupakan metode untuk memisahkan komponen dalam suatu campuran. Setiap komponen bergerak dengan jarak berbeda pada pelat karena perbedaan interaksinya dengan lapisan pelat dan pelarut pengembang.

Dalam workshop ini, kopi dipilih sebagai sampel praktik. Penggunaan bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membantu peserta memahami penerapan KLT untuk mengamati komponen dalam suatu produk.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung atau hands-on. Rangkaian praktik meliputi persiapan sampel kopi, penyiapan pelarut pengembang, penotolan standar kafein dan sampel, serta pengembangan pelat KLT.

Peserta kemudian mempelajari penggunaan TLC Explorer untuk mengamati hasil pemisahan. Profil sampel dibandingkan dengan standar kafein sebagai bagian dari pembelajaran cara membaca dan menafsirkan hasil analisis.

Salah satu parameter yang dipelajari adalah nilai Rf, yaitu perbandingan jarak pergerakan bercak dengan jarak pergerakan pelarut dari titik awal. Kesamaan posisi bercak atau nilai Rf dapat menjadi petunjuk awal keberadaan kafein, tetapi belum cukup untuk memastikan identitas maupun kadarnya.

Praktik ini juga menekankan pentingnya ketelitian pada setiap tahap. Persiapan sampel, teknik penotolan, dan kondisi pengembangan pelat perlu diperhatikan agar hasil pemisahan dapat dibandingkan dengan baik.

Pertemuan peserta dari industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai kebutuhan analisis di lingkungan kerja masing-masing. Perpaduan materi dan praktik memberikan ruang bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan dasar dengan penggunaan perangkat di laboratorium.

Melalui workshop ini, FF UNAIR dan Merck Life Science Indonesia berharap dapat memperkuat pemahaman serta keterampilan peserta dalam analisis menggunakan KLT. Kolaborasi yang selaras dengan SDGs 17 juga diharapkan membuka peluang kegiatan bersama untuk mendukung pengembangan kompetensi di bidang kimia analisis.