
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Rapat Kerja Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi UNAIR, Prof. apt. Dewi Melani Hariyadi, S.Si., M.Phil. bersama Wakil Dekan III, apt. Elida Zairina, S.Si., MPH., Ph.D., FISQua.
Agenda Seminar Nasional dan Rapat Kerja APTFI menjadi salah satu wadah strategis bagi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan farmasi di Indonesia untuk memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik, serta membahas berbagai isu terkini dalam pengembangan pendidikan tinggi farmasi.
Selain seminar nasional dan rapat kerja, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Workshop Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta Workshop Peningkatan Mutu Akreditasi. Kedua agenda tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan farmasi di Indonesia agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta standar mutu pendidikan tinggi.
Melalui workshop kurikulum OBE, peserta mendapatkan ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai penyusunan dan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran. Pendekatan OBE menempatkan capaian kompetensi lulusan sebagai salah satu fokus utama dalam proses pendidikan, sehingga kurikulum dapat dirancang secara lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan.
Sementara itu, workshop peningkatan mutu akreditasi menjadi momentum untuk memperkuat strategi pengelolaan mutu dan kesiapan institusi pendidikan tinggi farmasi dalam memenuhi berbagai standar akreditasi. Pembahasan tersebut diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Partisipasi dalam forum APTFI sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi FF UNAIR dengan berbagai institusi pendidikan tinggi farmasi di Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan farmasi serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa mendatang.

