
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi internasional di bidang kefarmasian. Dua dosen FF UNAIR turut berpartisipasi dalam The 5th ASEAN PharmNET Conference 2026 yang diselenggarakan pada 9–11 September 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kedua perwakilan FF UNAIR tersebut adalah Prof. apt. Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku Wakil Dekan I Fakultas Farmasi UNAIR, dan Dr. apt. Zamrotul Izzah, S.Farm., M.Sc. yang merupakan Sekretaris Departemen Farmasi Praktis. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Taylor’s University Malaysia sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas komunitas farmasi di kawasan ASEAN.
Mengusung tema “ASEAN Pharmacy Network for the Future: Integrating Education, Practice and Research Across Region”, konferensi ini menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, peneliti, serta pemangku kepentingan bidang kesehatan dari berbagai negara ASEAN untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi dalam menghadapi perkembangan dunia kefarmasian.
ASEAN PharmNET Conference 2026 menghadirkan perspektif yang berorientasi pada penguatan jejaring dan solusi praktis bagi berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan. Fokus konferensi mencakup penggunaan obat yang lebih aman, pengembangan sistem kesehatan yang lebih cerdas, kolaborasi dalam pelayanan kesehatan, serta penguatan praktik kefarmasian yang siap menghadapi masa depan di tengah perubahan lanskap pelayanan kesehatan yang berlangsung semakin cepat.
Keikutsertaan Prof. apt. Helmy Yusuf dan Dr. apt. Zamrotul Izzah menjadi bagian penting dari kontribusi FF UNAIR dalam membangun hubungan akademik dan profesional di tingkat regional. Melalui forum ini, FF UNAIR dapat berbagi wawasan dan pengalaman sekaligus memperoleh perspektif baru terkait perkembangan pendidikan, praktik, dan penelitian kefarmasian di negara-negara ASEAN.
Partisipasi dalam ASEAN PharmNET Conference 2026 juga sejalan dengan komitmen FF UNAIR untuk terus memperluas kerja sama internasional dan meningkatkan peran institusi dalam pengembangan ilmu kefarmasian. Jejaring yang terbangun melalui forum regional seperti ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan praktik kefarmasian.
