info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Prof. Dr. apt. Sukardiman, MS. Pimpin Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi RI di Papua Barat

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR), Prof. Dr. apt. Sukardiman, MS., berkontribusi sebagai Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia Tahun 2026. Dalam program tersebut, Prof. Sukardiman memimpin tim multidisiplin yang akan melaksanakan pemetaan potensi wilayah, pendampingan masyarakat, riset terapan, serta penyusunan program pembangunan di kawasan transmigrasi Papua.

Dalam pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026, Prof. Sukardiman mengusung program berjudul “Optimasi Limbah Sawit sebagai Media Tanam Jamur Tiram untuk Mendukung Sanitasi Sehat dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Papua Barat.” Program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pemanfaatan limbah sawit sebagai media tanam jamur tiram. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pengelolaan limbah dan sanitasi yang lebih sehat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Prof. Sukardiman menjelaskan bahwa program Ekspedisi Patriot tersebut akan berlangsung selama empat bulan. Tim telah tiba di Manokwari, Papua Barat, pada 3 Agustus 2026 dan diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, di Kantor Bupati Manokwari.

Selama pelaksanaan program, tim akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi berbagai potensi dan permasalahan yang terdapat di kawasan transmigrasi. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penelitian, tetapi juga pada penerapan hasil riset dan pendampingan yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Keterlibatan Prof. Sukardiman dalam Ekspedisi Patriot 2026 menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Keahlian dan pengalaman akademik yang dimiliki diharapkan dapat dipadukan dengan perspektif lintas disiplin dari anggota tim sehingga menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah.

“Bagi saya, kontribusi untuk Indonesia adalah mengamalkan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan problem bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan merata,” ujar Prof. Sukardiman.

Lebih lanjut, Prof. Sukardiman menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam Ekspedisi Patriot merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat transmigrasi melalui pendekatan berbasis inovasi dan potensi lokal.

“Melalui Tim Ekspedisi Patriot, saya ingin berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat transmigrasi melalui inovasi, pendampingan, dan penguatan potensi lokal agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Saya percaya bahwa perubahan yang berdampak lahir dari kolaborasi, kerja nyata, dan semangat melayani.”

Keterlibatan Prof. Sukardiman pada program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya mendukung sanitasi dan kualitas hidup masyarakat, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Selain itu, kolaborasi lintas disiplin dan kelembagaan dalam Ekspedisi Patriot turut mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).