info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Dua Dosen FF UNAIR Tampilkan Inovasi Riset sebagai Poster Presenter di WCP 2026 Australia

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui partisipasi aktif dua dosennya sebagai poster presenter pada 20th World Congress of Basic and Clinical Pharmacology (WCP2026). Konferensi farmakologi bergengsi dunia tersebut berlangsung pada 12–17 Juli 2026 di Melbourne Convention Centre, Australia, dan diselenggarakan oleh Australasian Society of Clinical and Experimental Pharmacologists and Toxicologists (ASCEPT) bekerja sama dengan International Union of Basic and Clinical Pharmacology (IUPHAR). Ajang ini mempertemukan ilmuwan, akademisi, klinisi, serta peneliti dari berbagai negara untuk berbagi perkembangan terbaru di bidang farmakologi dasar, klinis, dan translasional.

Dua dosen yang mewakili FF UNAIR dalam forum ilmiah tersebut adalah apt. Mahardian Rahmadi, S.Si., M.Sc., Ph.D., yang menjabat sebagai Wakil Dekan II, serta apt. Chrismawan Ardianto, S.Farm., M.Sc., Ph.D., Koordinator Program Studi Sarjana Farmasi. Keduanya mempresentasikan hasil penelitian mereka kepada komunitas ilmiah internasional melalui sesi poster, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset dengan para peneliti dari berbagai institusi di dunia.

Dr. Mahardian Rahmadi mempresentasikan penelitian berjudul “EGCG Attenuates Lipogenesis with Limited Autophagy Restoration in MASLD-induced Mice.” Penelitian tersebut mengkaji potensi EGCG dalam menekan proses lipogenesis pada model tikus dengan Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), sekaligus mengevaluasi pengaruhnya terhadap pemulihan mekanisme autofagi. 

Sementara itu, Dr. Chrismawan Ardianto mempresentasikan penelitian bertajuk “The Modulation of Striatal and Hippocampal Neurocircuitry on Stroke Recovery by EPO.” Penelitian tersebut mengeksplorasi peran eritropoietin (EPO) dalam memodulasi sirkuit saraf pada area striatal dan hipokampus sebagai pendekatan untuk meningkatkan proses pemulihan pascastroke. Temuan ini berpotensi membuka peluang pengembangan terapi berbasis neuroproteksi guna meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.

Keikutsertaan kedua dosen FF UNAIR dalam WCP2026 mencerminkan dukungan pada terwujudnya SDGs 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan riset yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring kolaborasi ilmiah internasional antara akademisi dan peneliti dari berbagai negara.