
Mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Universitas Airlangga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Delsyad Muhammad Koosha Alzer, mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi angkatan 2025, berhasil meraih Juara 1 Scientific Essay pada ajang 11th Hypothalamus Competition yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Jember pada 10–12 Juli 2026. Kompetisi tahunan ini merupakan wadah bagi mahasiswa rumpun kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi melalui karya ilmiah yang inovatif.
Dalam kompetisi tersebut, Delsyad berkolaborasi dengan Bayu Cahyo Bintoro, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Sinergi lintas disiplin yang mereka bangun berhasil menghasilkan esai ilmiah berkualitas yang mampu mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Esai yang mengantarkan Delsyad dan tim meraih juara pertama mengangkat tema inovasi teknologi untuk mendukung deteksi dini hepatocellular carcinoma (HCC) atau kanker hati primer, salah satu jenis kanker dengan angka kematian yang masih tinggi di dunia. Dalam karya tersebut, mereka mengusulkan integrasi berbagai teknologi mutakhir, mulai dari pemanfaatan biomarker spesifik HCC, biosensor elektrokimia untuk mendeteksi penanda penyakit secara cepat dan sensitif, sistem mikrofluida yang memungkinkan analisis sampel dengan volume kecil, hingga penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membantu interpretasi data dan identifikasi risiko pasien.
Melalui pendekatan tersebut, tim berharap proses skrining HCC dapat dilakukan dengan lebih akurat, efisien, dan mudah diakses, termasuk pada fasilitas layanan kesehatan primer. Inovasi yang ditawarkan juga berpotensi mempercepat identifikasi pasien berisiko tinggi sehingga diagnosis dan penanganan dapat dilakukan lebih dini. Dengan demikian, peluang keberhasilan terapi serta kualitas hidup pasien diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Gagasan inovatif yang menggabungkan aspek farmasi, teknologi kesehatan, dan kecerdasan buatan tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Delsyad Muhammad Koosha Alzer dan Bayu Cahyo Bintoro meraih predikat Juara 1 Scientific Essay pada ajang 11th Hypothalamus Competition 2026. Pendekatan multidisiplin yang mereka tawarkan dinilai mampu memberikan solusi yang relevan terhadap tantangan deteksi dini kanker hati di masa depan.
Di balik capaian tersebut, terdapat peran penting apt. Diajeng Putri Paramita, S.Farm., M.Si. yang memberikan pendampingan sebagai dosen pembimbing. Melalui arahan, masukan, dan bimbingan yang intensif selama proses penyusunan hingga presentasi karya, Alzer dan tim mampu menyempurnakan ide penelitian mereka sehingga berhasil meraih predikat terbaik pada cabang Scientific Essay.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa FF UNAIR untuk terus mengembangkan potensi akademik, aktif mengikuti kompetisi ilmiah, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu. Prestasi yang diraih Alzer tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Farmasi dan Universitas Airlangga, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen sivitas akademika dalam mendorong lahirnya generasi unggul yang mampu berkontribusi melalui inovasi dan penelitian di bidang kesehatan.
Prestasi yang diraih Delsyad ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui pengembangan inovasi yang mendukung deteksi dini kanker hati sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien. Selain itu, gagasan yang mengintegrasikan biomarker, biosensor elektrokimia, sistem mikrofluida, dan kecerdasan buatan turut mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, karena mendorong pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset dan inovasi yang berpotensi diterapkan dalam sistem pelayanan kesehatan di masa depan. Dengan demikian, karya ilmiah tersebut tidak hanya menunjukkan keunggulan akademik mahasiswa Universitas Airlangga, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan kesehatan dan kemajuan teknologi yang berkelanjutan.
