info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Guru Besar FF UNAIR Perkuat Kontribusi Pendidikan Kesehatan melalui Pengmas Internasional bersama Universiti Sains Malaysia

Dua Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR), Prof. Dr. apt. Noorma Rosita, M.Si. dan Prof. apt. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D., turut berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) internasional Bhakti Nusa yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Malaysia (USM).

Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Agustus tersebut dilaksanakan di Sekolah Menengah Kebangsaan Dato’ Harun dan Sekolah Kebangsaan Sungai Sireh, Malaysia. Bhakti Nusa menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang menyasar siswa sekolah dasar, siswa sekolah menengah, hingga orang tua siswa.

Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan diisi dengan edukasi mengenai pengenalan profesi apoteker (farmasis). Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan peran dan kontribusi apoteker dalam menjaga kesehatan masyarakat. Edukasi juga dikemas secara menarik melalui berbagai lomba dengan tema kesehatan dan farmasi, sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman belajar yang menyenangkan.

Sementara itu, bagi siswa jenjang sekolah menengah, kegiatan difokuskan pada pengenalan perguruan tinggi dan wawasan pendidikan tinggi, termasuk pengenalan Universiti Sains Malaysia (USM). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah serta membuka perspektif mengenai kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Kontribusi juga diberikan kepada orang tua siswa melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang menghadirkan Prof. Dr. apt. Noorma Rosita, M.Si. dan Prof. apt. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D.

Prof. Noorma memberikan paparan dengan materi “Kosmetik yang Aman di Masyarakat Binaan USM Malaysia”. Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memilih dan menggunakan produk kosmetika secara tepat dan aman. Pengetahuan mengenai kosmetika menjadi penting agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menentukan produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Prof. Retno memberikan edukasi mengenai pemanfaatan jamu melalui topik “Sehat dan Cantik dengan Jamu dan Kosmetik Herbal di Masyarakat Binaan USM Malaysia”. Materi tersebut memperkenalkan jamu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebugaran, sekaligus mendorong pemahaman masyarakat setempat mengenai pemanfaatan bahan alam secara tepat.

Keikutsertaan dua Guru Besar FF UNAIR dalam kegiatan Bhakti Nusa menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam memperluas manfaat ilmu pengetahuan dan pendidikan hingga ke tingkat internasional. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun jejaring kolaborasi akademik lintas negara.

Kegiatan Bhakti Nusa selaras dengan komitmen FF UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui edukasi bagi siswa dan masyarakat, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi dalam menyediakan pembelajaran yang inklusif, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sadar terhadap kesehatan.

Partisipasi FF UNAIR dalam pengabdian masyarakat internasional ini diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan di tingkat global sekaligus memperluas dampak positif keilmuan farmasi bagi masyarakat.