
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) selalu aktif berpartisipasi pada forum ilmiah internasional. Baru-baru sejumlah dosen FF UNAIR nampak berpartisipasi sebagai poster presenter pada The 25th Asian Conference on Clinical Pharmacy (ACCP) 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 9–11 Juli 2026. Konferensi bergengsi ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi farmasi klinik dari berbagai negara untuk berbagi hasil penelitian serta memperkuat jejaring kolaborasi internasional.
Pada kesempatan tersebut, empat dosen FF UNAIR turut berpartisipasi aktif sebagai poster presenter, yaitu Prof. Dr. apt. Budi Suprapti, M.Si., Dr. apt. Wenny Putri Nilamsari, S.Farm., Sp.FRS., apt. Arie Sulistyarini, S.Si., M.Pharm., dan Prof. Dr. apt. Yunita Nita, S.Si., M.Pharm. Keikutsertaan mereka menjadi wujud komitmen FF UNAIR dalam mendiseminasikan hasil-hasil penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu dan praktik farmasi klinik.
Selama pelaksanaan konferensi, para dosen FF UNAIR tampak antusias dan penuh semangat dalam mempresentasikan karya ilmiahnya kepada peserta dari berbagai negara. Persiapan yang matang serta dedikasi tinggi terhadap kegiatan akademik menjadi modal penting bagi para dosen untuk menyampaikan hasil penelitian secara efektif dan memperoleh berbagai masukan dari komunitas ilmiah internasional.
Salah satu penelitian yang dipresentasikan berasal dari Prof. Yunita Nita dengan judul “Profile of Adherence to Oral Antidiabetic Medication at Gading Primary Health Centre Surabaya During Ramadan.” Penelitian tersebut mengkaji profil kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes melitus selama bulan Ramadan di Puskesmas Gading, Surabaya. Topik ini menjadi sangat relevan mengingat perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadan dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi pengobatan.
Melalui sesi poster, para peserta konferensi berkesempatan berdiskusi secara langsung mengenai metodologi, temuan penelitian, serta implikasi hasil riset terhadap praktik farmasi klinik dan pelayanan kesehatan. Interaksi tersebut tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian lintas institusi dan lintas negara.
Partisipasi dosen FF UNAIR tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan penelitian yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penggunaan obat yang rasional, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi dan jejaring akademik internasional.
