info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

KONEKSI-BRIN Kunjungi UNAIR, Soroti Riset Kolaboratif Indonesia-Australia di Fakultas Farmasi

Universitas Airlangga (UNAIR) menerima kunjungan penelitian KONEKSI-BRIN pada Rabu (24/6/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi penelitian dan inovasi antara Indonesia dan Australia melalui program Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI).

KONEKSI merupakan program kemitraan pengetahuan dan inovasi antara Australia dan Indonesia yang didukung oleh kedua pemerintah. Melalui program tersebut, Universitas Airlangga menjadi salah satu mitra strategis yang terlibat dalam berbagai penelitian kolaboratif bersama institusi di Indonesia maupun Australia.

Delegasi Australia yang hadir dalam kunjungan tersebut terdiri atas Glen Askew selaku Consul General Australia di Surabaya, Elena Martin Avila sebagai 1st Secretary Kedutaan Besar Australia, Jana C. Hertz selaku Team Leader KONEKSI, Pingkan Umboh sebagai Head of Partnerships Management KONEKSI, serta Noviana Aisyiah selaku Senior Partnerships Coordinator KONEKSI.

Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan para peneliti Universitas Airlangga yang terlibat dalam empat proyek penelitian kolaboratif yang didukung KONEKSI. Berbagai proyek tersebut berfokus pada bidang kesehatan, transformasi digital, ketahanan iklim, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Dalam agenda tersebut, Minister Counsellor dan delegasi Australia berdiskusi dengan para peneliti mengenai perkembangan riset, temuan yang telah dihasilkan, serta potensi pemanfaatan hasil penelitian bagi masyarakat dan pengembangan kebijakan.

Salah satu peneliti yang mendapat kesempatan mempresentasikan hasil risetnya adalah Prof. apt. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D., dosen FF UNAIR yang penelitiannya terpilih dalam skema pendanaan KONEKSI. 

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hari. Setelah sesi presentasi penelitian, delegasi melanjutkan agenda dengan bertemu Rektor UNAIR untuk membahas penguatan kerjasama akademik dan riset antara Indonesia dan Australia. Diskusi tersebut juga menyoroti peran strategis Universitas Airlangga dalam membangun ekosistem penelitian yang mampu menjawab berbagai tantangan global melalui kolaborasi lintas negara.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium FF UNAIR. Pada kesempatan tersebut, delegasi Australia meninjau fasilitas penelitian yang dimiliki fakultas sekaligus berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Suasana diskusi berlangsung hangat, memberikan ruang bagi staf dan mahasiswa untuk memperkenalkan aktivitas akademik dan penelitian yang sedang mereka jalankan.

Kunjungan ini dapat memperluas peluang kolaborasi penelitian yang berdampak bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Australia. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi berbasis riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan riset kesehatan, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kemitraan internasional yang mendorong kolaborasi penelitian, inovasi, dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Australia.