
Universitas Airlangga (UNAIR) turut berperan sebagai co-host dalam penyelenggaraan 9th International Conference on Pharmacy and Advanced Pharmaceutical Sciences (ICPAPS) 2026. Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 24–25 September 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta.
ICPAPS 2026 menjadi forum akademik bagi para peneliti, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan dan perkembangan terkini dalam bidang ilmu kefarmasian. Konferensi tahun ini mengangkat tema besar yang berfokus pada advanced pharmaceutical sciences and pharmaceutical care for sustainable health care.
Tema tersebut menyoroti pentingnya pengembangan ilmu farmasi dan pelayanan kefarmasian dalam mendukung terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Melalui forum ini, berbagai hasil penelitian dan inovasi di bidang farmasi dapat didiskusikan sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas institusi dan negara.
Enam Dosen FF UNAIR Berpartisipasi
Keterlibatan UNAIR sebagai co-host turut diperkuat dengan partisipasi enam dosen Fakultas Farmasi (FF) UNAIR dalam ICPAPS 2026. Keenam dosen tersebut yakni Prof. Dr. apt. Aty Widyawaruyanti, M.Si.; apt. Elida Zairina, S.Si., MPH., PhD., FISQua.; apt. Ana Yuda, S.Si., M.Farm.; apt. Farida Ifadotunnikmah, S.Farm., M.Sc., Ph.D.; Dr. apt. Yuni Priyandani, S.Si., Sp.FRS.; serta apt. Mufarrihah, S.Si., M.Sc.
Keikutsertaan para dosen FF UNAIR menjadi bagian dari kontribusi UNAIR dalam memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi pada forum internasional di bidang ilmu farmasi. Kehadiran para akademisi tersebut juga mencerminkan komitmen FF UNAIR dalam mengembangkan riset dan keilmuan farmasi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini.
ICPAPS 2026 menghadirkan empat simposium yang disusun untuk mengakomodasi beragam minat dan bidang penelitian dalam ilmu kefarmasian. Keempat simposium tersebut meliputi Pharmacology, Pharmaceutical Chemistry and Pharmaceutical Biotechnology (PPCP); Pharmacy Education, and Social and Administrative Pharmacy, Clinical Pharmacy (PESC); Pharmaceutics & Drug Delivery System (PDDS); serta Herbal Medicine and Natural Products (HMNP).
Keempat bidang tersebut mencakup berbagai aspek strategis dalam pengembangan ilmu farmasi, mulai dari penemuan dan pengembangan obat, sistem penghantaran obat, pendidikan farmasi, pelayanan kefarmasian klinis dan sosial, hingga pemanfaatan bahan alam dan produk herbal.
Memperkuat Jejaring Akademik dan Riset
Partisipasi UNAIR sebagai co-host sekaligus keterlibatan dosen FF UNAIR dalam ICPAPS 2026 menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik, berbagi pengetahuan, serta membangun peluang kolaborasi riset di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui forum ilmiah seperti ICPAPS, UNAIR terus mendorong kontribusi sivitas akademika dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kolaborasi antarinstitusi juga menjadi langkah penting untuk menghasilkan inovasi kefarmasian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan UNAIR dalam ICPAPS 2026 sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem riset dan pendidikan farmasi yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada keberlanjutan pelayanan kesehatan.
