Setelah hari pertama sukses digelar, workshop yang diselenggarakan oleh grup riset Innovative Pharmacy Practice and Integrated Outcomes Research (INACORE) Fakultas Farmasi Universitas Airlangga berlanjut pada hari kedua, Rabu (9/4/2026). Pada hari kedua ini, kegiatan mengusung tema “Applied Research and Study Design in Pharmacy Practice” yang berfokus pada penguatan kemampuan peserta dalam merancang penelitian praktik kefarmasian secara aplikatif.
Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, M.S. dan apt. Andi Hermansyah, M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber. Keduanya membawakan materi berjudul “Formulate Research Questions in Pharmacy Practice Concept with AI Tools”. Pada sesi ini peserta diajak memahami bagaimana merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat dalam praktik kefarmasian dengan memanfaatkan berbagai alat berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung eksplorasi ide penelitian secara lebih sistematis dan efisien.
Sesi selanjutnya diisi oleh apt. Elida Zairina, MPH., Ph.D. yang menyampaikan materi “Intervention Study Design in Pharmacy Practice: Methods and Applications”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai metode desain penelitian intervensi yang dapat diterapkan dalam praktik kefarmasian, termasuk bagaimana merancang penelitian yang mampu menghasilkan bukti ilmiah yang kuat untuk meningkatkan kualitas layanan farmasi.
Memasuki sesi ketiga, Prof. Dr. apt. Yunita Nita, M.Pharm. memaparkan materi bertajuk “Outcomes & Instruments in Pharmacy Practice”. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilihan luaran penelitian (outcomes) serta instrumen pengukuran yang tepat untuk menghasilkan data penelitian yang valid dan reliabel dalam studi praktik kefarmasian.
Sebagai penutup rangkaian workshop hari kedua, Dr. apt. Catur Dian Setiawan, M.Kes. menyampaikan materi “Statistical Analysis at a Glance”. Materi ini memberikan gambaran ringkas namun komprehensif mengenai pendekatan analisis statistik yang umum digunakan dalam penelitian praktik kefarmasian, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah dasar dalam mengolah dan menginterpretasikan data penelitian.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan workshop hari kedua berlangsung dengan lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai kalangan akademisi, peneliti, maupun praktisi dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas riset di bidang praktik kefarmasian, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarpeneliti.
Pelaksanaan workshop ini juga selaras dengan komitmen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals 17 (Partnership for the Goals) melalui penguatan jejaring kolaborasi, pengembangan kapasitas penelitian, serta pertukaran keilmuan antar pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan farmasi.

