
Pendapa Kabupaten Trenggalek pada Selasa (10/2/2026) pagi menjadi tempat pertemuan penting antara Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan delegasi dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin, S.E., M.PSDM, bersama dengan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Dr. Imam Nurhadi, S.P., M.Agr dalam suasana penuh antusiasme dan komitmen untuk menjalin kerja sama strategis.
Tim dari Fakultas Farmasi UNAIR dipimpin oleh Dr. apt. Neny Purwitasari, S.Farm., M.Sc., bersama apt. Rosita Handayani, S.Farm., M.Si., serta apt. Yusuf Alif Pratama, S.Farm., M.Farm. Ketiganya dalam hal ini berupaya untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Bupati H. Mochamad Nur Arifin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan delegasi UNAIR. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Trenggalek sangat terbuka terhadap upaya kolaboratif yang dapat mengoptimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah sangat penting untuk mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan.
“Kita memiliki berbagai komoditas lokal yang berpotensi dikembangkan, terutama tanaman yang bisa diolah menjadi minyak atsiri berkualitas. Kerja sama dengan kampus seperti UNAIR akan membuka peluang baru bagi petani dan pelaku UMKM di Trenggalek,” ujar Bupati. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal integrasi riset dan pemberdayaan masyarakat.
Dr. apt. Neny Purwitasari, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah menginisiasi kerja sama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan minyak atsiri berbahan baku lokal. Saat ini ia merupakan ketua tim riset pendanaan Equity-DUDI yang memanfaatkan tanaman lokal berupa lemon lokal dan sereh wangi untuk menjadi antidepresan.
Sementara itu, apt. Rosita Handayani, S.Farm., M.Si., menambahkan bahwa penelitian ini akan mencakup aspek produksi, standarisasi, dan uji efektivitas. Ia menegaskan pentingnya pendekatan yang holistik agar hasil penelitian dapat diimplementasikan secara efektif oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Diskusi berjalan hangat antara delegasi UNAIR dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, termasuk pembahasan potensi jenis tanaman yang cocok dijadikan bahan baku minyak atsiri, pelatihan untuk petani, serta skema pendampingan teknis. Hadirnya Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Dr. Imam Nurhadi, S.P., M.Agr turut memberikan sudut pandang penting mengenai aspek produksi dan distribusi hasil pertanian di daerah.
Kunjungan tersebut diakhiri dengan diperkenalkannya Dillem Wilis oleh Pak Imam. Dillem Wilis merupakan salah satu potensi wisata dengan pemanfaatan minyak atsiri hingga menjadi produk. Diharapkan kerja sama ini tidak hanya memperkuat dunia akademik dan pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi di Trenggalek.
Kegiatan kolaborasi ini sejalan dengan SDGs 17 "Partnership for the Goals".

