info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Siap Skripsi KBK Farmasetika - Departemen Ilmu Kefarmasian 2024

Siap Skripsi KBK Farmasetika 2024

Siap Skripsi merupakan merupakan serangkaian acara yang disediakan oleh BEM FF UNAIR dengan mengundang beberapa dosen sebagai narasumber yang memiliki tujuan dalam membantu para mahasiswa/i untuk menyiapkan serta menentukan pilihan KBK yang sesuai untuk skripsi yang dipilih nanti. Selain itu, dosen-dosen pemateri juga akan memaparkan mengenai riset dan proyek dosen dan penelitian yang akan dilakukan.

Siap Skripsi pada 23 Maret 2024 kali ini dilaksanakan secara daring dengan mengundang dosen beberapa dosen narasumber, di antaranya adalah Prof. Dr. apt. Retno Sari, M.Sc, Prof. apt. Esti Hendradi, M.Si., Ph.D, Prof. Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati Munandar, MSi.

“Di farmasetika harus mempelajari dan diharapkan mampu merancang formula jadi kalau mahasiswa yang belajar di mata kuliah di farmasetika itu mampu merancang formula. Jadi formulasi suatu sediaan dan mungkin yang Anda pelajari di DTPO 1 belajar satu bentuk sediaan dan harus tahu Namanya bentuk sediaan obat itu banyak. Mungkin kalau dari bentuknya mungkin padat, semi padat, dan cair dalam aplikasinya ada yang steril dan nonsteril gitu belum lagi untuk pengembangan-pengembangan dari obat tersebut,” tutur Ibu Dini.

KBK Farmasetika memiliki tiga (3) research group, yaitu:

  1. RG Rekayasa Bahan Aktif, diketuai oleh Prof. Dr. apt. Retno Sari, M.Sc.
  2. RG Drug Delivery System dan Nanoteknologi Farmasi, diketuai oleh Prof. apt. Esti Hendradi, M.Si., Ph.D
  3. RG Kosmetika, diketuai oleh Prof. Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati Munandar, MSi.

RG rekayasa bahan aktif sendiri mempelajari karakteristik untuk fisika kimia mekanik bioavailabilitas dan untuk peningkatan efektivitas kemudian rekayasa dari eksipien selain bahan aktif farmasi. Selain itu, mahasiswa harus dapat mengenmbangkan formula dari bahan aktif yang berbeda.

RG system dan nanoteknologi Farmasi mempelajari mengenai sistem penghantaran obat modern dan herbal untuk rute pemberian oral, parental, transdermal, dan inhalasi untuk terapi penyakit kanker, degeneratif, serta infeksi dan noninfeksi.

Sedangkan untuk RG kosmetika, research yang akan dipelajari adalah aspek formulasi kosmetika bahan baku yang terdiri dari bahan aktif, eksipien, dan delivery system untuk efektivitas penghantaran bahan aktif proses manufacturing. Dalam bahan baku eksipien sendiri, bahan baku dapat berasal dari bahan alam baik sintetis maupun dari hasil rekayasa bahan.

Dalam pemilihan skripsi di KBK Farmasetika, mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah wajib, yaitu DTPO 1, 2, dan 3 yang didapatkan pada semester 4, 5, dan 6. Bukan hanya itu, untuk menunjang mahasiswa melakukan penelitian di KBK Farmasetika, mahasiswa juga mendapatkan mata kuliah seperti kosmetika serta sistem penghantaran obat dan nutrisi.

Lalu apakah dalam skripsi di KBK Farmasetika terdapat standar IP dan SKS minimal?

Ibu Dini menjelaskan, “selama memenuhi syarat ya bisa mengambil dan sekarang prodi juga sudah membuka program percepatan untuk memberi kesempatan bagi mahasiswa S1 untuk lulus kurang dari 8 semester dengan persyaratan IPK lebih dari 3,50 dan sudah memenuhi syarat 100 SKS serta tidak ada nilai D dan E.

Bukan hanya dosen yang memberikan pemaparan materi mengenai skripsi di KBK Farnasetika, melainkan juga terdapat beberapa nama mahasiswa yang mengambil skripsi di KBK Farmasetika turut serta berbagi pengalaman, di antaranya adalah Yossy (2020) dan Aulia Fediani (2020). Mereka berdua berbagi pengalaman bagi mahasiswa lain yang ingin dan tertarik mengambil skripsi di KBK Farmasetika dengan menjelaskan tipe skripsi di KBK Farmasetika, yaitu formulasi yang akan jadi formulator yang digunakan pada dunia industri, kemudian pembuatan sediaan yang akan memerlukan evaluasi-evaluasi dan pengembangan sediaan farmasi serta pembuatan sediaan farmasi.

Dalam sesinya, Kak Aulia menjelaskan, ”farmasetika itu apa sih, nah biasanya terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan sama pembuatan sediaan lalu juga ada evaluasi-evaluasi dan juga pemgembangan sediaan farmasi. Jadi nanti tergantung kalian emang tertariknya di bidang apa misalnya kalian pengen mengembangkan topikal berarti bisa mengambil kosmetika.

Kak Yossy pun ikut menjelaskan beberapa hal terkait dengan KBK Farmasetika. “kelebihan penelitian di KBK Farmasetika sangat cocok bagi mahasiswa yang suka ngelab lama. There’s nothing better than learning theory and practice at the same time dan juga pengalaman berharga,” tutur Kak Yossy.

 

Penulis: Siti Lia Nur Hidayati (2023)
Editor: Tim Humas FF UNAIR