Perdana Ikuti Lomba Debat Online, Tim Debat FF UNAIR Raih Juara 2 PIMFI 2021

 


Photo : Dok. News UNAIR

 

 

UNAIR NEWS – Tim Debat Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menorehkan prestasi di kancah nasional. Tim yang terdiri dari Tri Wahyudi, Tasya Sherina Hendra Febyola, dan Riko Setiawan berhasil menyabet Juara 2 Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI) cabang Debat 2021.

Tri Wahyudi selaku Ketua Tim Debat menuturkan bahwa motivasi terbesar tim mengikuti lomba adalah untuk melanjutkan prestasi dari tim debat FF UNAIR dari tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, Lomba Debat Farmasi sempat vakum di tahun 2020 karena kondisi pandemi.

"Semua kegiatan perlombaan dibatalkan karena dari pihak panitia lomba Debat Farmasi merasa tidak mampu melaksanakan lomba debat secara daring," jelasnya.

Pada awalnya, mahasiswa Pendidikan Apoteker itu merasa kesulitan dalam mencari rekan tim. Ia kemudian mengajak salah satu adik tingkat FF di asrama Bhinneka Tunggal Ika.

"Saya cari satu anggota tim lainnya, saya tawarkan kepada adik tingkat 2019, dan akhirnya terbentuklah tim yang baru dengan formasi angkatan 2017, 2018, dan 2019," ungkapnya.

Dalam melakukan persiapan-persiapan sebelum lomba debat berlangsung, tim dibantu oleh Forum Farmasi Ilmiah (FOSIL) FF UNAIR. FOSIL yang merupakan organisasi keilmiahan di FF, dalam membimbing tim mendatangkan pelatih dari Airlangga Debate Society UNAIR.

"Asrama UNAIR dan Asrama Bhinneka Tunggal Ika juga turut membantu tim dalam pengadaan tempat untuk latihan debat sehingga tim dapat berkoordinasi dengan lebih muda," imbuhnya.

Yudi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dalam lomba debat yang diselenggarakan secara daring tersebut, merupakan hal yang baru bagi tim. Pelaksanaan dan teknis lomba sangat berbeda dengan lomba debat yang pernah diikuti sebelumnya.

Topik yang dibahas dalam lomba debat kefarmasian difokuskan pada isu-isu terkait dunia kefarmasian. Seperti isu masalah pembangunan industri farmasi, kajian topik seputar profesi kesehatan, dan topik-topik lain yang ada di dunia kefarmasian.

"Pada awal babak, kami diminta untuk membuat membuat simulasi video terlebih dahulu. Pada saat itu, kami juga bekerja sama secara jarak jauh dalam pembuatan video," terangnya.

Pada awal kompetisi tim bertemu dengan tim-tim dari perguruan tinggi top di Indonesia. Mereka bertemu dengan tim Universitas Gadjah Mada (UGM) yang selama ini menjadi rival UNAIR dalam Lomba Debat Farmasi.

"Di babak quarter final pun, kami dipertemukan kembali. Alhamdulillah, berkat doa dan kerja sama tim kami berhasil meraih Juara 2," syukurnya.

Pada akhir, Yudi berharap kepada mahasiswa FF UNAIR untuk tetap semangat melakukan latihan debat. Jangan sampai menyerah hanya karena sekali gagal di satu perlombaan saja.

"Kami berharap, prestasi ini bisa diteruskan secara turun temurun, jangan sampai putus di tengah jalan. Terus istiqomah latihan dan tetap antusias dan proaktif dalam belajar debat," pungkasnya. (*)

Sumber : News Unair

Penulis :  Sandi Prabowo

Editor  :  Binti Q. Masruroh


Unduhan