Pelatihan Pembuatan Mini-Herbarium Tanaman Obat Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Bangsa Pada Siswa SDIT PERMATA Kecamatan Pakal

Menanamkan kecintaan akan tanaman obat dapat dilakukan sejak dini, salah satu contohnya dengan memberikan edukasi TOGA pada siswa sekolah dasar. Selain itu, demi terwujudnya tujuan SDG 3, yaitu mengenai Good Health and Well-Being, Departemen Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FFUA) menyelenggarakan kegiatan Pengadian Masyarakat (Pengmas) bekerja sama dengan SDIT Permata Surabaya sebagai sekolah mitra. Kegiatan Pengmas ini dilselenggarakan dalam 2 sesi. Sesi 1 adalah workshop pembuatan mini-herbarium yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 23 Oktober 2020. Sasaran dari workshop ini adalah siswa SDIT Permata beserta para guru, dengan nara sumber dari tim Pengmas Departemen Farmakognosi dan Fitokimia FFUA. Sebagai tindak lanjut dari workshop, siswa diberikan tantangan untuk membuat mini-herbarium di rumah masing-masing. Pada sesi 2 diselenggarakan webinar dengan mengundang orangtua siswa, guru dan siswa SDIT Permata Surabaya dan terlaksana pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020. Kegiatan webinar dibuka oleh Dr. apt. Aty Widyawaruyanti, M.Si, selaku tim Pengmas FFUA sekaligus Ketua Departemen Farmakognosi dan Fitokimia FFUA. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi 1 dengan topik “Peran herbal Indonesia dalam pengobatan” yang disampaikan oleh apt. Rice Disi Oktarina, S.Farm., M.Farm., dan materi 2 dengan topik “Pemanfaatan tanaman obat untuk pengobatan penyakit asam urat” disampaikan oleh apt. Suciati, M.Phil, Ph.D.

Panitia webinar memberikan 1 (satu) modul lengkap berisi tentang pemahaman dan pemanfaatan tumbuhan obat dan obat tradisional. Modul ini dapat digunakan para siswa/siswi dan juga guru dalam menyampaikan informasi kepada orang tua siswa (khususnya) dan masyarakat luas (umumnya), sehingga diharapkan informasi mengenai manfaat tanaman obat dapat semakin tersebar luas. Disamping modul, panitia juga menyerahkan taman TOGA mini (berupa tanaman dan pot mini beserta rak tanaman) kepada SDIT Permata. Adapun tanaman yang diberikan antara lain : Kumis kucing, Cincau hitam, Teh hijau, Kayu putih, Jeruk lemon, Jeruk purut, Bidara, Yodium, Tapak dara, Jeruk nipis, Daun ungu, Sambung nyawa, dan Binahong. Selain sebagai kenang-kenangan, mini taman TOGA ini diharapkan juga dapat dijadikan sebagai sarana edukasi bagi warga SDIT Permata khususnya dan masyarakat sekitar secara umum mengenai tanaman obat dan pemanfaatannya.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SDIT Permata Surabaya disambut dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta, baik dari segi jumlah peserta maupun respon terhadap tantangan dan diskusi yang diberikan. Dari jumlah peserta tercatat 191 akun di sesi pertama dan 140 akun di sesi kedua, dimana untuk 1 akun mewakili 1 keluarga yang terdiri dari siswa dan orangtua siswa. Respon yang diberikan juga sangat baik. Siswa melaksanakan tantangan pembuatan mini-herbarium dengan penuh tanggung jawab. Sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya siswa, maka diberikan reward terhadap 20 karya terbaik. Keluarga besar SDIT Permata, dalam hal ini diwakili oleh Ibu Rina Widya Tantri, S.Sos selaku kepala sekolah, menyampaikan bahwa kegiatan Pengmas dari Fakultas Farmasi UNAIR sangat bermanfaat dan diharapkan agar kegiatan Pengmas dapat ditindak lanjuti sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secara bekesinambungan di kemudian hari.

Mini Taman TOGA di SDIT Permata Surabaya

 

Sambutan dari Ketua Departemen FarFit : Dr. apt. Aty Widyawaruyanti

 

Pembicara 1: apt. Rice Disi Oktarina, S.Farm., M.Farm.

 

Pembicara 2: apt. Suciati, M.Phil., Ph.D.

 

 


Unduhan