Berkenalan dengan Maria Apriliani Gani, Wisudawati Berprestasi S-2 Farmasi UNAIR

Berkenalan dengan Maria Aprilia Gani, Wisudawati Berprestasi  S-2 Farmasi UNAIR

Maria Apriliani Gani merupakan mahasiswi yang didaulat menjadi wisudawan berprestasi program pascasarjana (S-2) Fakultas Farmasi Universitas Airlangga periode Maret 2021. Mahasiswi asal Manado, Sulawesi Utara, ini berhasil menyelesaikan pendidikan S-2 selama 1,5 tahun dengan sangat baik. Tak hanya itu, saat ini ia juga sedang melanjutkan studi S-3, bahkan sebelum wisuda S-2 digelar. Namun, di balik kegemilangan prestasinya ini, tentunya ada perjalanan panjang yang harus dilewati.

Awalnya, Maria tak berminat mengambil fakultas farmasi. Ia sempat ingin pindah fakultas karena merasa terlalu banyak tugas. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menemukan ketertarikan terhadap bidang ini. Ia mulai menyukai kegiatan di laboratorium dan sering membantu dosen untuk mengolah data. Rasa penasaran itu pun muncul dan membuatnya makin mendalami dunia kefarmasian. Ia menaruh perhatian besar terhadap bidang farmakologi dan biomaterial. Ia bahkan mengaku bahwa rasa penasaran ini membuatnya lupa waktu.

“Kalau sudah muncul penasaran, rasanya ingin mengulik terus tentang suatu topik sampai lupa makan,” terang Maria.

Rasa penasaran pun menuntunnya untuk mencari beasiswa setelah lulus S-1. Berkat informasi dari rekan dan dosen, Maria mendaftar beasiswa PMDSU. Beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) merupakan program beasiswa berbasis riset dari Ditjen Dikti. Beasiswa ini didedikasikan untuk lulusan S-1 maupun profesi yang ingin melanjutkan studinya. Maria menjadi mahasiswa PMDSU pertama di Fakultas Farmasi UNAIR.

Maria memang berniat untuk berkuliah di Jawa. Oleh karena itu, ia mendaftar di program S-2 reguler Fakultas Farmasi. Ia menempuh tiap tahapan mulai dari mencari dosen pembimbing hingga mengikuti berbagai wawancara, baik dari UNAIR maupun Dikti. Beruntung, Maria mendapatkan dosen pembimbing, Prof. Junaidi Khatib, yang memiliki bidang riset yang sama dengannya.

Selama masa perkuliahan, Maria terus berupaya bertahan dan menikmatinya dengan mengikuti PKM, lomba, dan membantu penelitian dosen. “Cara agar bisa bertahan di fakultas farmasi adalah pandai mengatur waktu dan mengerti skala prioritas,” ujarnya.

Maria juga memberikan wejangan bagi mahasiswa farmasi agar memanfaatkan segala potensi, utamanya bagi mahasiswa S-1, dan membangun relasi dengan kakak tingkat, adik tingkat, maupun dosen.

“Sebaiknya, kita terus mengembangkan diri selama menempuh pendidikan. Menurut saya, salah satu cara tercepatnya adalah menempuh pendidikan pascasarjana karena kita bisa berinteraksi dengan banyak orang dan memecahkan permasalahan yang levelnya berbeda daripada SMA dan S-1. Pikiran menjadi dewasa dan banyak hal yang tak bisa didapatkan di tempat lain. Kalau ada waktu dan kesempatan, kalian bisa melanjutkan ke S-2 untuk pengembangan diri sendiri,” pungkas Maria.

Kontributor: Tim Farma Pos Denayu Pebrianti (2019) dan Usva'atul Vernanda (2020)


Unduhan