Farmasi Menjadi Prodi dengan Keketatan Tertinggi

         

 

Farmasi Menjadi Prodi dengan Keketatan Tertinggi

Surabaya, 8 Maret 2021

Berdasarkan data pendaftar SNMPTN Universitas Airlangga tahun 2021, Prodi Farmasi menempati peringkat teratas dengan keketatan tertinggi. Lantas, bagaimana Fakultas Farmasi menanggapi dan mempersiapkan diri? Apa saja yang akan dilakukan Fakultas Farmasi dalam meningkatkan peringkat WCU (World Class University) sekaligus mengenalkan Farmasi kepada masyarakat umum? Berikut ulasan yang dirangkum dari hasil wawancara dengan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. apt. Junaidi Khotib, M.Kes., Ph.D. seputar Fakultas Farmasi UNAIR. 

Berdasarkan data pendaftar SNMPTN tahun 2021, program studi farmasi menjadi pilihan program studi paling ketat dan diminati di Universitas Airlangga. Hal ini merupakan hasil jerih payah berkesinambungan tim pengelola Fakultas Farmasi dalam menyebarluaskan informasi kefarmasian dan juga didasari oleh peran besar profesi ini kepada masyarakat dan negara. Kondisi ini patut disyukuri karena dengan keketatan tinggi maka akan menghadirkan mahasiswa baru dengan kualitas yang baik. ”Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan calon mahasiswa kepada Fakultas Farmasi Universitas Airlangga," ungkap Prof. Junaidi.

Mahasiswa Fakultas Farmasi dan alumni mempunyai pengaruh besar dalam membangun reputasi fakultas karena calon mahasiswa memerlukan panutan dan mereka juga berperan sebagai pihak yang berkiprah nyata di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, keberadaan dan kesiapan perangkat internal fakultas akan menjadi kontributor bagi calon mahasiswa untuk merangkai harapan di masa depan. Komponen pembangun kekokohan institusi pendidikan antara lain adalah kurikulum yang unggul, fasilitas pembelajaran yang baik, ekosistem riset yang terbangun dan terhilirkan, implementasi teknologi sesuai prodi dalam kegiatan akademik, dan jaringan komunikasi yang kuat. “Pemberitaan yang baik di media mainstream dan media sosial, juga mempunyai andil besar dalam pengenalan dan branding Fakultas Farmasi Universitas Airlangga” terang Prof. Junaidi. 

Dekan Fakultas Farmasi periode 2020-2025 ini membeberkan usaha Fakultas Farmasi dalam meningkatkan WCU untuk mengenalkan farmasi ke masyarakat umum. Berbagai program telah dirancang untuk mendapatkan pengakuan baik secara nasional maupun global guna mendapatkan peringkat yang baik untuk Universitas Airlangga maupun pemeringkatan kualitas prodi farmasi. Ada empat program mendasar yang dilakukan, yaitu terkait dengan reputasi akademik, reputasi karyawan, rasio mahasiswa fakultas, dan keberadaan mahasiswa serta karyawan internasional. Rancangan ini dimulai dari pengimplementasian kurikulum dan desain pembelajaran yang memenuhi persyaratan global, mobilitas karyawan, dan mahasiswa baik inbound maupun outbound, memperluas jaringan kerja sama baik dalam pendidikan, penelitian maupun publikasi, serta keberadaan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga sebagai pemimpin atau anggota dalam asosiasi internasional menjadi bagian yang terus diperkuat. "Hal yang tidak boleh dilupakan adalah penerimaan mahasiswa asing baik S1, S2, maupun S3 serta double degree dengan perguruan tinggi di luar negeri. Sementara itu, upaya mengenalkan farmasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui berbagai kegiatan yang berdampak baik dalam edukasi, hilirisasi hasil riset, serta pengabdian kepada masyarakat," ungkap Prof. Junaidi.

Prof. Junaidi juga memberi pesan pada calon ksatria Airlangga yang berjuang di jalur SNMPTN, SBMPTN, dan mandiri agar memfokuskan diri dan membulatkan tekad untuk menetapkan pilihan, mempelajari informasi terkait keunggulan masing-masing prodi, membangun kepercayaan dan kemampuan diri, meletakkan minat pada pilihan prodi, serta membangun kecintaan pada bidang kajian yang dipilih.

Ditulis miring : branding, inbound, outbound, double degree

Kontributor: Tim Farma Pos Brahma Wisnu K (2020), Rizky Alya Asta (2020) dan Siti Amalia Oktaviani (2019))


Unduhan