Bincang Bersama Alumni : Peneliti Harvard hingga Pebisnis Startup

Bincang Bersama Alumni : Peneliti Harvard hingga Pebisnis Startup 

Webinar Seri Keenam FF UNAIR diadakan pada Sabtu, 10 April 2021. Acara bertema “Penguatan Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mendukung Pencapaian SDGs” ini menghadirkan lima narasumber secara daring. Narasumber merupakan alumni FF UNAIR yang saat ini berdedikasi di bidangnya. Dengan dipandu oleh moderator, apt. Elida Zairina, S.Si., M.P.H., Ph.D., mereka saling berbagi ilmu dan pengalaman saat penelitian atau saat menjadi aktivis pembangunan. Partisipan yang merupakan sejawat apoteker mengikuti acara melalui Zoom dan Youtube.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan FF, Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D. “Alumni yang melebarkan sayapnya dari satu ujung dunia ke ujung yang lain sungguh membanggakan Fakultas Farmasi,” ujarnya.

Alzheimer, Aging, and The 2030 Agenda for Sustainable Development

Peneliti Harvard University, Evhy Apriyani, S.Farm., M.Sc., Ph.D., menerangkan bahwa alzheimer dapat disebabkan oleh penumpukan protein beta amiloid di otak sehingga  meningkatkan produksi protein tau yang mempercepat degenerasi neuron. Evhy menjelaskan bahwa alzheimer dipengaruhi oleh 70% faktor genetik dan 30% faktor lingkungan dan lazim diderita oleh lansia. Evhy juga mengungkapkan, saat ini bersama dengan timnya, sedang mengembangkan antibodi monoklonal terhadap asam amino APOE. Antibodi ini mengurangi efek patologis terhadap otak dan mendukung resistensi terhadap alzheimer.

Antiaging dan Kesejahteraan Lansia

Drs. apt. Suhaidiar Sulaiman, pendiri sekaligus CEO PT Pillars Cosmetiklon Indonesia, memaparkan cara kerja produk antipenuaan. Bahan aktif antipenuaan seperti glikogen beserta antioksidan dapat meningkatkan produksi kolagen. Suhaidiar mengutamakan keamanan dan khasiat produknya. Ia bekerja sama dengan dermatolog untuk melakukan uji substansiasi. 

“Sumpah apoteker masih melekat dalam hati saya sehingga tidak pantas membohongi konsumen. Apalagi slogan UNAIR dengan nilai morality sehingga kejujuran harus saya jaga,” tambahnya.

Sistem Penjaminan Mutu Obat

Inspeksi BPOM mengenai CPOB di perusahaan PT Pharma Laboratories menginisiasi perbaikan program Sistem Manajemen Mutu (SMM) setelah ditemukannya 80 masalah dari kategori minor hingga kritis. Sebagai Manajer Penjaminan Mutu, apt. Graha Wira Krida, S.Farm. mengungkapkan bahwa perusahaan membutuhkan program SMM yang lebih baik untuk menjaga kualitas produksi dan kepercayaan mitra kerja perusahaan. Program SMM terdiri atas: penyusunan dan implementasi rencana, evaluasi kesesuaian implementasi dengan rencana, dan tindak lanjut dari hasil evaluasi. Program SMM dilaksanakan selama setahun dan harapannya perusahaanya mendapatkan resertifikasi CPOB dan sertifikasi Sistem Jaminan Halal tahun 2021.

Media Transaksi Informasi dan Kesejahteraan Masyarakat

Salah satu apoteker yang bergerak dalam bidang pelayanan melalui media komunikasi dan informasi adalah apt. Heinrich Dominggus Dengi, S.Si yang mendirikan Radio Max 96,9 FM di Wangiapu, Sumba Timur. Berbagai narasumber kompeten telah berhasil didatangkan untuk memberikan informasi aktual kepada masyarakat pendengar, salah satunya adalah Direktur RSUD setempat membahas naiknya kasus COVID-19. Heinrich juga menggiatkan penanaman bakau dan donor darah. Kini, Ia berfokus mengatasi masalah irigasi dengan pompa air tanpa BBM dan memproduksi pupuk biogas.

“Usaha saya ternyata berkembang. Tim aktif menyampaikan kepada teman-teman di NTT bahwa hasil pertanian bagus, meski iklim panas dan kontur berbukit,” pungkasnya.

Pengembangan Startup dan Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis startup Cellugy yang dijalankan oleh apt. Deby Fapyane, S.Farm., M.Sc., Ph.D. mendapatkan dukungan pemerintah Denmark dan Uni Eropa. Cellugy adalah startup yang bergerak di bidang bioteknologi yang mengadopsi proses biotransformasi. Proses ini fokus mengurangi penggunaan plastik dan emisi karbon dioksida dibandingkan dengan metode fosil. Salah satu produknya, Ecoflexy, diharapkan mampu menggeser penggunaan plastik dalam industri pengemasan. Deby berharap biotransformasi dapat dikembangkan lebih lanjut di Indonesia terutama karena keberagaman mikroorganisme yang menjadi potensi besar untuk proses tersebut.

Ditulis miring: CEO, morality, co-founder

Kontributor: Tim Farma Pos Athallah Syauqi (2020), Usva'atul Vernanda (2020), dan Agung Bagus (2020)


Unduhan