Cerdas dan Bijak terhadap Iklan Obat di Televisi dan DAGUSIBU

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, sebagai salah satu institusi terkemuka di bidang kefarmasian di Indonesia dan center of excellence with morality, mengemban tugas untuk menjalankan tridharma pendidikan. Salah satunya adalah kegiatan pengabdian masyarakat, dimana keilmuan yang telah dikembangkan di institusi serta konsep pengetahuan terkini digunakan untuk sebesar-besarnya kemanfaatan bagi masyarakat.

Pada bulan September tahun 2019, tim pelaksana yang merupakan gabungan dari Departemen Farmasetika dan Departemen Farmasi Komunitas, Fakultas Farmasi UNAIR, serta beberapa orang mahasiswa S1 dan S2, melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertajuk "Cerdas dan Bijak terhadap Iklan Obat di Televisi dan DAGUSIBU". Kegiatan ini menyoroti tentang Perilaku Swamedikasi dan Iklan Obat. Swamedikasi merupakan upaya pemilihan dan penggunaan obat atau produk kesehatan oleh individu untuk mengobati penyakit atau gejala yang mereka alami, dimana telah diketahui sebelumnya, bahwa keberadaan media elektronik berpengaruh besar terhadap perilaku swamedikasi masyarakat, khususnya remaja di Surabaya. Di sisi lain, pada pelaksanaannya, swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan pengunaannya. Terlebih, pada usia anak-anak, mereka tidak diperbolehkan melakukan pengobatan sendiri dikarenakan masih adanya keterbatasan pengetahuan dalam pengambilan keputusan.


Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Fakultas Farmasi UNAIR dengan dua mitra yaitu SD Negeri Keputih-245, yang berlokasi di kelurahan Keputih serta SMP Negeri 19 Surabaya yang bertempat di Kelurahan Klampis-Ngasem, Surabaya. Dengan jumlah siswa yang besar, keberadaan lokasi yang strategis, serta latar belakang sosial-ekonomi warga sekolah yang tergolong beragam, kegiatan ini sangat potensial dilakukan di kedua sekolah tersebut.


Pada awal kegiatan, dilakukan pembagian kuesioner kepada para peserta untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan mereka mengenai obat, Swamedikasi, dan DAGUSIBU. Kuesioner diisi oleh para siswa dengan petunjuk yang diberikan oleh pemandu/pemateri.

Gambar 1. Siswa SDN Keputih 245 sedang mengisi kuesioner didampingi oleh fasilitator
Gambar 1. Siswa SDN Keputih 245 sedang mengisi kuesioner didampingi oleh fasilitator


Kemudian pemateri melakukan penyuluhan mengenai Apoteker, Obat dan Kegunaannya dalam usaha peningkatan kesehatan. Adapun pemateri adalah Dr. Retno Sari, Apt. dan Dr. Sugiyartono, Apt., yang dengan semangat dan antusias memberikan materi tentang obat dan DAGUSIBU kepada adik-adik siswa SDN Keputih 245 Surabaya. Selain itu, Dr. Dewi Isadiartuti, Apt. dan Dr. Tutiek Purwanti, Apt. juga turut berpartisipasi sebagai pemateri di SMPN 19 Surabaya. Di tengah jeda istirahat, dilakukan kegiatan senam DAGUSIBU. Para siswa SD pun terlihat sangat ceria megikuti gerakan senam dengan iringan musik yang riang, sebagaimana terlihat pada Gambar 2.

pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pada sesi pemberian materi presentasi dan senam DAGUSIBU, yang dilakukan di SMPN 19 Surabaya (atas) dan SDN Keputih 245 Surabaya (bawah) pada tanggal 16-17 September 2019. 
Gambar 2. Dokumentasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pada sesi pemberian materi presentasi dan senam DAGUSIBU, yang dilakukan di SMPN 19 Surabaya (atas) dan SDN Keputih 245 Surabaya (bawah) pada tanggal 16-17 September 2019.


Di akhir kegiatan, tim pelaksana memberikan kenang-kenangan kepada para siswa dan juga kenang-kenangan kepada pihak sekolah antara lain berupa komik cerita DAGUSIBU, supaya nantinya dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk membantu adik-adik siswa sekolah dalam memahami obat dan DAGUSIBU (Gambar 3).

enyerahan hadiah dan kenang-kenangan pada sesi akhir pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SDN Keputih 245 Surabaya (atas) dan SMPN 19 Surabaya (bawah) dan pada tanggal 16-17 September 2019

Gambar 3. Dokumentasi penyerahan hadiah dan kenang-kenangan pada sesi akhir pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SDN Keputih 245 Surabaya (atas) dan SMPN 19 Surabaya (bawah) dan pada tanggal 16-17 September 2019.

Dari kegiatan ini, harapan besar yang dapat dicapai adalah para siswa sebagai generasi muda, baik SD dan SMP, dapat menjadi agent of change dalam upaya peningkatan kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan obat, pemahaman mengenai aspek penting yang perlu diamati dari iklan obat, dan tentunya pengetahuan mengenai peran apoteker dalam pelayanan obat dan swamedikasi.(*)

*) Penulis: Andang Miatmoko, Apt.
Dosen di Departemen Farmasetika
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

 


Unduhan