
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pengabdian, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (BEM FF UNAIR) melalui Departemen Pengabdian Masyarakat melaksanakan kegiatan Penyuluhan Warga di Dusun Ketuwon, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian program kerja PHARMASHARE 2026 yang mengusung pendekatan edukasi kesehatan berbasis ilmu kefarmasian dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan promotif dan preventif, kegiatan ini berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan herbal tradisional secara tepat guna.
Mengangkat tema “Cegah Osteoarthritis dengan Jamu Ramuan Rumahan”, penyuluhan ditujukan kepada warga Dusun Ketuwon, khususnya ibu rumah tangga, kader kesehatan, serta masyarakat usia dewasa hingga lansia. Pemilihan sasaran tersebut didasarkan pada peran penting kelompok masyarakat tersebut dalam menjaga kesehatan keluarga serta menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan sekitar.
Materi penyuluhan disampaikan secara langsung oleh Guru Besar FF UNAIR bidang Farmakognosi–Etnomedisin, Prof. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D. Dalam pemaparannya, Prof. Retno memperkenalkan konsep “dapur sebagai apotek”, yaitu pemanfaatan bahan-bahan herbal yang mudah ditemukan di lingkungan rumah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Beberapa bahan herbal yang diperkenalkan meliputi kunyit, jahe, temulawak, serai, kayu manis, daun salam, dan meniran. Peserta mendapatkan informasi mengenai potensi pemanfaatan bahan-bahan tersebut untuk membantu menjaga kesehatan sendi, mendukung pengendalian peradangan, serta meningkatkan kenyamanan tubuh apabila digunakan secara tepat.
Edukasi tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga diperkenalkan dengan Teh Herba Buah Adas dari FF UNAIR sebagai salah satu contoh pemanfaatan bahan herbal dalam bentuk minuman yang praktis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan produk tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan herbal yang lebih praktis.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Warga Dusun Ketuwon aktif mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk sesi praktik, diskusi, dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang disampaikan peserta menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap pemanfaatan jamu dan bahan herbal dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga kesehatan sendi.

Interaksi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat serta memahami kebutuhan dan permasalahan kesehatan yang dihadapi di lingkungan setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan ilmu kefarmasian melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan Penyuluhan Warga dalam rangkaian PHARMASHARE 2026 diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan sendi serta memanfaatkan jamu dan bahan herbal rumahan secara aman dan tepat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini selaras dengan komitmen FF UNAIR dalam mewujudkan SDGs 4.
Melalui semangat berbagi ilmu dan mengabdi kepada masyarakat, PHARMASHARE 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR untuk berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa ilmu kefarmasian dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif, berbasis kebutuhan, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Aurelia Clarissa Ramadani (2024) & Kamila Mutiara Ghiftrif (2024)
Editor: Tim Humas FF UNAIR
