info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Racik Cantik dari Alam: Karya Griya Racik Ajak Warga Ketuwon Membuat Lulur Bengkoang dan Bedak Dingin

Potensi bahan alam di sekitar kita tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai alternatif perawatan kulit yang aman dan mudah dibuat. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) yang tergabung dalam panitia Pharmashare 2026 menghadirkan Pelatihan Karya Griya Racik bagi masyarakat Dusun Ketuwon, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (27/07/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari dua puluh peserta yang didominasi oleh ibu rumah tangga. Tema perawatan kulit dipilih dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan Dusun Ketuwon yang berada di kawasan dataran tinggi. Meskipun berhawa sejuk, paparan sinar matahari di wilayah pegunungan tetap dapat berdampak pada kesehatan kulit. Ditambah dengan udara yang cenderung dingin dan kering membuat masyarakat lebih berisiko mengalami kulit kemerahan, terasa perih hingga kehilangan kelembapan. Oleh karena itu, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai salah satu bentuk perawatan kulit yang praktis dan dapat dilakukan secara mandiri.

Materi disampaikan oleh Cindhy Margaretha dan Via Aulindra Putri melalui sesi pemaparan materi yang membahas manfaat bengkoang dan tepung beras sebagai bahan utama pembuatan lulur bengkoang serta bedak dingin. Selain mengenalkan khasiat masing-masing bahan, pemateri juga menjelaskan manfaat kedua produk tersebut bagi kesehatan kulit, cara penggunaan yang tepat, hingga tahapan pembuatannya secara sederhana.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta diajak menyaksikan demonstrasi pembuatan lulur bengkoang dan bedak dingin secara langsung. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap sehingga mudah dipahami dan diikuti. Antusiasme peserta semakin terlihat ketika mereka diberi kesempatan untuk mencoba hasil yang telah dibuat, mengamati teksturnya, serta membawa pulang produk sebagai contoh untuk dipraktikkan kembali di rumah.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta mulai dari cara penyimpanan, teknik pembuatan agar menghasilkan lulur dan bedak dingin dengan kualitas yang baik hingga tips merawat kulit yang baik. Diskusi yang aktif ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif perawatan kulit sehari-hari.

Seluruh panitia Pharmashare 2026 berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan ini saja tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkelanjutan sesuai yang selaras dengan SDGs 4. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang sering dijumpai, masyarakat diharapkan mampu merawat kesehatan kulit secara mandiri sekaligus meningkatkan nilai guna potensi alam yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penulis: Aurelia Clarissa Ramadani (2024) & Kamila Mutiara Ghiftrif (2024)
Editor: Tim Humas FF UNAIR