
Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menerima kunjungan Dr. Spencer Serin, Ph.D., akademisi asal University of British Columbia, Canada pada 4 Agustus 2026. Beliau juga sekaligus Founder dan Principal Consultant SCRC Consulting Inc. yang berkunjung dalam rangka menjajaki peluang kolaborasi riset berbasis bahan alam Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring internasional serta membuka peluang hilirisasi hasil penelitian menuju pasar global.
Dalam kunjungannya, Dr. Spencer Serin bertemu dengan Guru Besar FF UNAIR, Prof. apt. Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., Ph.D. Pertemuan tersebut dilatarbelakangi oleh ketertarikan Dr. Serin terhadap berbagai penelitian Prof. Retno, khususnya mengenai anggur laut (Caulerpa sp.) dan gendarussa (Justicia gendarussa) yang memiliki potensi besar sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengembangan produk kesehatan.
Diskusi berlangsung hangat dengan membahas peluang pemanfaatan kedua tanaman tersebut sebagai bahan baku inovatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui riset multidisiplin. Selain bertukar pengalaman mengenai pengembangan bahan alam, kedua peneliti juga mendiskusikan potensi kerja sama dalam pengembangan produk bernilai tambah yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya hayati Indonesia di tingkat internasional.
Dr. Spencer Serin merupakan pakar dalam pengembangan dan komersialisasi produk berbasis hayati. Ia menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Kimia di University of British Columbia, Kanada, dan saat ini memimpin SCRC Consulting Inc., sebuah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang kepatuhan regulasi, pengembangan teknologi, dan konsultasi ilmiah. Kepakarannya mencakup pengembangan produk berbahan alami dan biologis untuk sektor pertanian, pangan, serta kesehatan manusia.
Sepanjang kariernya, Dr. Serin telah memimpin berbagai tim riset dan pengembangan internasional yang berfokus pada transformasi rumput laut menjadi produk bernilai tinggi. Beragam inovasi yang dikembangkannya meliputi bahan pakan ternak yang mampu mengurangi emisi metana, biostimulan tanaman untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi dan ketahanan terhadap cekaman abiotik, hingga pengembangan bahan fungsional untuk kesehatan manusia, termasuk prebiotik dan bahan baku kosmetik.
Melalui pertemuan dengan Prof. Retno Widyowati, Dr. Serin menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi riset yang telah dihasilkan FF UNAIR, khususnya dalam eksplorasi tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis. Ia menilai penelitian mengenai anggur laut dan gendarussa membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk inovatif yang mendukung pencegahan maupun pengobatan penyakit serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring kolaborasi internasional antara FF UNAIR dengan akademisi dan mitra industri global. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan peluang kerja sama yang terjalin diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, meningkatkan pemanfaatan biodiversitas Indonesia secara berkelanjutan, serta mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak bagi kesehatan masyarakat. Kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen FF UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan inovasi kesehatan berbasis bahan alam, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan riset dan inovasi lintas negara.
