info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Wakil Dekan III FF UNAIR Didapuk Jadi Pembicara pada The 25th ACCP 2026 di Thailand

Wakil Dekan III FFakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR), apt. Elida Zairina, S.Si., MPH., PhD., FISQua., dipercaya menjadi salah satu pembicara simposium dalam The 25th Asian Conference on Clinical Pharmacy (ACCP) 2026, konferensi ilmiah bergengsi yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 9–11 Juli 2026. Konferensi tahun ini mengusung tema Borderless Pharmacy Practice: Collaboration for Sustainability and Cultural Integration, yang mempertemukan akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, serta praktisi farmasi klinik dari berbagai negara di Asia dan dunia.

Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Elida menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kompetensi dosen dan peneliti FF UNAIR dalam bidang farmasi klinik. Pada hari ketiga konferensi, Sabtu (11/7/2026), beliau tampil sebagai pembicara dengan membawakan materi bertajuk "High Risk Medication in the Elderly: How to Optimize Use and Minimize Harm."

Dalam paparannya, Dr. Elida mengulas pentingnya optimalisasi penggunaan obat berisiko tinggi pada populasi lanjut usia (lansia). Kelompok pasien geriatri memiliki karakteristik fisiologis yang berbeda sehingga lebih rentan mengalami adverse drug events, interaksi obat, maupun penggunaan obat yang tidak tepat. Oleh karena itu, diperlukan strategi berbasis bukti untuk memastikan terapi yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Partisipasi Dr. Elida sebagai pembicara pada forum internasional ini sekaligus memperkuat kontribusi FF UNAIR dalam pengembangan ilmu farmasi klinik di tingkat global. Kehadiran dosen FF UNAIR pada ACCP 2026 tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset serta jejaring akademik dengan para pakar dari berbagai negara.

Keikutsertaan ini mencerminkan komitmen FF UNAIR dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan pelayanan kefarmasian yang lebih aman, berkualitas, dan berpusat pada pasien. Selain itu, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan, serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik dan profesional di tingkat internasional.