info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

FF UNAIR Hilirisasikan Riset Bayam Merah Melalui Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Kediri

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) mengimplementasikan hasil penelitian untuk kemanfaatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Balai Desa Papar, Kabupaten Kediri, pada Jumat (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari hilirisasi penelitian skema Kerjasama Penelitian Tahun 2025 Nomor 5395/B/UN3.LPPM/PT.01.03/2025.

Program tersebut bertujuan membawa hasil riset keluar dari ruang laboratorium agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, FF UNAIR berupaya menjembatani hasil penelitian akademik dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan tanaman obat dan peningkatan kesehatan keluarga.

Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader PKK, tenaga kesehatan, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga warga yang memiliki minat dalam pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA) dan produk herbal. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi penyampaian materi dan diskusi.

Ketua Tim Penelitian, Prof. Dr. apt. Wiwied Ekasari, M.Si., menjelaskan bahwa bayam merah dipilih sebagai fokus program karena memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan oleh masyarakat. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan.

“Bayam merah dipilih karena mudah ditanam dan kaya kandungan gizi, seperti zat besi, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berpotensi membantu mencegah anemia,” ujar Prof. Wiwied.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan edukasi mengenai manfaat bayam merah, teknik budidaya yang baik, serta peluang pengolahannya menjadi produk bernilai tambah. Materi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis tanaman herbal sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.

Selain memperkenalkan hasil riset yang telah dikembangkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai manfaat kesehatan bayam merah, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengolahan tanaman tersebut.

FF UNAIR berharap hasil penelitian yang dihasilkan oleh sivitas akademika dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi lokal di Kabupaten Kediri. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan tersebut selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Good Health and Well-being melalui upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pencegahan anemia berbasis pangan lokal, serta SDG 4: Quality Education melalui penyebarluasan pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat dan produk herbal.