Sebagai bagian dari rangkaian International Conference of Pharmacy and Health Sciences (ICPHS) 2026, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menyelenggarakan workshop bertajuk “Preparation of Halal Certification Documents” pada Jumat (19/6/2026) di Ruang 6.4 Gedung Nani, Kampus C UNAIR.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman di bidang halal, yaitu Dr. apt. Abdul Rahem, M.Kes. selaku Kepala Halal Center Universitas Airlangga, Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Wakil Direktur Halal Center Universitas Gadjah Mada, serta Mr. Atta Ullah yang menjabat sebagai Deputy Director Pakistan Halal Authority.
Dalam pemaparannya, para narasumber membahas berbagai aspek penting terkait penyusunan dokumen sertifikasi halal, mulai dari regulasi dan kebijakan halal, sistem jaminan produk halal, hingga strategi implementasi dan pemenuhan persyaratan sertifikasi halal pada industri farmasi. Materi yang disampaikan juga memberikan wawasan mengenai perkembangan ekosistem halal di tingkat nasional maupun internasional, sehingga peserta memperoleh gambaran komprehensif mengenai standar dan praktik terbaik yang berlaku saat ini.
Dr. Abdul Rahem menekankan pentingnya pemahaman yang menyeluruh terhadap proses sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk farmasi. Menurutnya, kesiapan dokumen yang baik merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung kelancaran proses sertifikasi sekaligus menjamin kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Ir. Nanung Danar Dono membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam implementasi sistem jaminan produk halal di berbagai sektor industri. Ia juga menjelaskan tantangan yang sering dihadapi dalam proses sertifikasi serta langkah-langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan sistem halal di lingkungan industri.
Perspektif global turut disampaikan oleh Mr. Atta Ullah yang memaparkan perkembangan regulasi dan standar halal internasional, khususnya di Pakistan. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai peluang harmonisasi standar halal antarnegara yang dapat mendukung pengembangan industri farmasi halal di pasar global.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan terkait implementasi sertifikasi halal, penyusunan dokumen pendukung, hingga peluang kolaborasi internasional menjadi topik yang banyak dibahas selama workshop.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, Fakultas Farmasi UNAIR berharap dapat meningkatkan kompetensi dan pemahaman peserta mengenai sertifikasi halal, sekaligus memperkuat peran institusi dalam mendukung pengembangan industri farmasi halal yang berkualitas, berdaya saing, dan memenuhi standar global.
