Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) melalui rangkaian kegiatan International Conference of Pharmacy and Health Sciences (ICPHS) 2026 menyelenggarakan Workshop Drug Discovery bertajuk “Green Chemistry in Drug Discovery: Applications, Strategies, and Future Direction” pada Jumat (19/6/2026) di Ruang Sidang Gedung Nani, Kampus C UNAIR. Workshop ini menjadi bagian dari kegiatan ICPHS 2026 yang bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai penerapan prinsip green chemistry dalam proses penemuan dan pengembangan obat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan menghadirkan tiga narasumber. Melalui workshop ini, peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai berbagai strategi dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan obat yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Juni Ekowati, M.Si. yang membawakan materi berjudul “Drug Discovery: Green Chemistry pada Sintesis Kandidat Bahan Aktif Farmasi dengan Iradiasi Gelombang Mikro” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bagaimana teknologi microwave dapat dimanfaatkan dalam sintesis senyawa kandidat obat untuk meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus mengurangi penggunaan pelarut dan energi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip green chemistry yang menekankan minimisasi limbah dan dampak lingkungan dalam proses kimia.
Selanjutnya, Prof. Drs. apt. Marcellino Rudyanto, M.Si., Ph.D. menyampaikan materi “Workup and Analisis Produk Reaksi.” Pada sesi ini, peserta diajak memahami tahapan penting setelah proses sintesis, mulai dari pemurnian hingga analisis produk reaksi. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai teknik-teknik yang diperlukan untuk memastikan kualitas dan karakteristik senyawa hasil sintesis sehingga dapat digunakan pada tahapan penelitian berikutnya.
Sebagai pembicara ketiga, Hardian Ari Yoga Putra membawakan materi “Peran Teknologi Microwave Synthesis dalam Green Chemistry.” Ia menjelaskan perkembangan teknologi sintesis berbasis microwave yang kini semakin banyak diterapkan dalam penelitian farmasi. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses reaksi kimia, meningkatkan hasil sintesis, serta mendukung penerapan prinsip keberlanjutan dalam penelitian dan pengembangan obat.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi hands-on practice yang dilaksanakan di laboratorium FF UNAIR. Pada sesi ini, peserta secara langsung mempraktikkan proses sintesis menggunakan teknologi microwave serta mempelajari tahapan workup dan analisis produk reaksi di bawah pendampingan para narasumber dan instruktur. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman nyata bagi peserta dalam mengaplikasikan konsep green chemistry yang telah dipelajari selama sesi pemaparan materi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, baik saat sesi diskusi maupun praktik laboratorium. Interaksi yang aktif antara peserta dan narasumber menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis serta memperkaya pemahaman mengenai penerapan teknologi modern dalam proses drug discovery.
