Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) kembali menggelar Jamu Fest 2026, sebuah ajang edukatif dan kreatif yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 15, 17, dan 18 Juni 2026 di Lobi Gedung Nani, Kampus C UNAIR. Melalui kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai produk jamu buatan mereka yang menggabungkan nilai tradisi dengan sentuhan modern.
Jamu Fest merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Obat Tradisional dan Komplementer (OTK) yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil kreasi dan inovasi mereka. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu meracik jamu berdasarkan formulasi ilmiah yang telah dipelajari selama perkuliahan, tetapi juga ditantang untuk mengemas produk secara menarik agar lebih relevan dengan tren dan kebutuhan masyarakat saat ini.
Berbagai produk jamu dengan konsep unik dan inovatif dipamerkan oleh mahasiswa. Tidak sedikit yang menghadirkan kemasan modern, identitas merek yang kreatif, hingga strategi promosi yang menarik perhatian pengunjung. Hal tersebut menunjukkan bahwa jamu tidak hanya dapat dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai produk kesehatan yang diminati generasi muda.
Penanggung Jawab Mata Kuliah Obat Tradisional dan Komplementer (OTK) Fakultas Farmasi UNAIR, Prof. Dr. apt. Wiwied Ekasari, M.Si., menjelaskan bahwa Jamu Fest merupakan tahapan akhir dari proses pembelajaran yang telah dilalui mahasiswa secara komprehensif.
“Setelah mendapatkan teori, meramu, hingga evaluasi, mahasiswa diwajibkan untuk memamerkan produk jamu mereka agar dapat mengenalkan jamu kepada masyarakat kampus hingga masyarakat luas,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Prof. Wiwied berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk mengaplikasikan penggunaan jamu dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat melalui berbagai bentuk edukasi yang dilakukan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Dekan I FF UNAIR, Prof. apt. Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D. yang menilai Jamu Fest sebagai metode pembelajaran yang efektif sekaligus menyenangkan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan pameran seperti ini mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang dipelajari.
“Luar biasa kreativitas mahasiswa pada kegiatan ini, mereka juga turut melestarikan jamu sebagai warisan budaya Indonesia,” ungkap beliau.
Kegiatan Jamu Fest 2026 mampu menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat manfaat dan potensi jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masa kini. Selain itu, penyelenggaraan Jamu Fest turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui promosi kesehatan berbasis bahan alam, serta SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan teori, maupun praktik kepada masyarakat.
