Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menyelenggarakan kuliah tamu internasional pada Rabu, 10 Juni 2026. Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Petya Trendafilova dari Medical University of Sofia Bulgaria, dengan mengangkat topik “Patient Safety in Healthcare Systems: Risks, Reporting, and Prevention Strategies.” Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa dari program International Undergraduate Programme (IUP), Magister, serta Program Doktoral.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Dekan III FF UNAIR, Apt. Elida Zairina, S.Si., MPH., PhD., FISQua., yang sekaligus memperkenalkan profil profesional Prof. Petya Trendafilova kepada para peserta. Medical University of Sofia sendiri merupakan institusi kesehatan terkemuka di Bulgaria yang menaungi empat fakultas (Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat) serta sebuah Medical College.
Dalam paparannya, Prof. Petya menekankan bahwa keselamatan pasien (patient safety) merupakan tanggung jawab multidisiplin yang membutuhkan kolaborasi erat antara dokter, apoteker, perawat, manajemen rumah sakit, hingga pasien itu sendiri. Di ranah tersebut, keselamatan pengobatan (medication safety) menjadi salah satu dimensi paling krusial.
Lebih lanjut, Prof. Petya menjelaskan bahwa pelaporan terkait Drug-Related Problems (DRP) atau masalah terkait obat merupakan elemen kunci (key element) bagi profesi apoteker untuk mencegah risiko fatal pada pasien. Beliau juga memaparkan berbagai tantangan lintas wilayah (challenges across regions), termasuk perbedaan budaya (cultural differences) yang dapat mempengaruhi keselamatan pasien. Melalui materi ini, mahasiswa diajak untuk memetakan berbagai masalah yang berpotensi mengancam keselamatan pasien serta merumuskan langkah-langkah preventif untuk mencegah DRP.
Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan ruang diskusi yang memicu antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Melalui kuliah tamu, FF UNAIR terus berkomitmen memperluas pengetahuan akademik mahasiswanya dan membekali calon-calon tenaga kesehatan masa depan dengan standar praktik klinis global.
