info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

FF UNAIR Terima Kunjungan PT. Archentara Bio Ingredients Indonesia dan GGGI Bahas Pengembangan Minyak Buah Merah

Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menerima kunjungan dari PT. Archentara Bio Ingredients Indonesia bersama Global Green Growth Institute pada Kamis, 5 Maret 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung Nanizar Zaman Joenoes, Kampus C Universitas Airlangga.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan FF UNAIR serta ketua dan anggota PUI-PT Kesehatan Kulit dan Teknologi Kosmetik (PUI-PT SCT) UNAIR. Pertemuan ini menjadi momentum awal dalam menjajaki peluang kerja sama strategis dalam pengembangan bahan alam Indonesia, khususnya minyak buah merah yang merupakan tanaman endemik dari Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas rencana kerja sama terkait pengembangan dan standarisasi minyak buah merah sebagai bahan baku potensial untuk produk kosmetik dan skincare. Minyak buah merah dikenal memiliki berbagai kandungan bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan dalam industri kesehatan dan kecantikan.

Pada rencana kolaborasi ini, FF UNAIR bersama PUI-PT SCT UNAIR akan berperan dalam berbagai aspek penelitian dan pengembangan. Peran tersebut meliputi uji karakterisasi bahan, proses ekstraksi, serta pengujian kandungan ilmiah dari minyak buah merah. Selain itu, tim peneliti juga akan membantu dalam pengembangan formula tambahan guna mengoptimalkan produk yang akan dihasilkan.

Lebih lanjut, FF UNAIR dan PUI-PT SCT UNAIR juga akan memberikan sertifikasi ilmiah sebagai bentuk autentikasi produk. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk berbasis minyak buah merah yang dikembangkan. Tidak hanya itu, tim akademisi juga akan memberikan pendampingan ilmiah kepada PT. Archentara Bio Ingredients Indonesia dan Global Green Growth Institute selama proses pengembangan berlangsung.

Melalui kerja sama ini, diharapkan potensi sumber daya hayati Indonesia, khususnya tanaman buah merah dari Papua, dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang inovatif dan berdaya saing, terutama dalam bentuk produk kosmetik dan skincare berbasis bahan alam. Kolaborasi antara dunia akademik dan industri ini selaras dengan SDGs 17 "partnership for the goals".