info@ff.unair.ac.id +62-31-5933150

Eratnya Kolaborasi FF UNAIR dan San Pedro College Hingga Selenggarakan International Learning

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) yang merupakan Fakultas Farmasi terbaik di Indonesia tentunya sudah menjalin kerjasama dengan banyak perguruan tinggi di luar negeri. San Pedro College (SPC) adalah salah satu perguruan tinggi di Filipina yang bekerjasama dengan FF UNAIR.

Melalui kerjasama antara FF UNAIR dan SPC ini lahirlah beberapa program yang tentunya memberikan manfaat untuk kemajuan institusi masing-masing. Salah satu kerjasama tersebut adalah kolaborasi pada bidang pendidikan dan pengajaran. Berdasarkan hal tersebutlah, kedua perguruan tinggi ini sepakat untuk menggelar "Collaborative Online International Learning".

Sesuai dengan judulnya, kegiatan ini merupakan webinar yang diadakan secara daring dengan menggandeng pembicara yang berasal dari FF UNAIR dan SPC. Bapak apt. Andi Hermansyah, Ph.D. yang merupakan Dosen sekaligus Ketua Departemen Farmasi Praktis mewakili FF UNAIR untuk menjadi narasumber pada kegiatan ini. Sedangkan dari SPC, yang bertindak sebagai narasumber adalah Prof. Jevielyn Pearlta Tan-Neri selaku guru besar di salah satu fakultas di SPC serta Direktur Internationalization and Linkage SPC, Dr. Edwin M. Faller. 

Dr. Edwin sendiri sebetulnya sudah tak asing lagi bagi civitas akademika FF UNAIR, karena sebelumnya beliau pernah memberikan kuliah pada agenda joint class yang juga diinisiasi oleh FF UNAIR dan SPC. Kala itu bersama dengan Ian Ace Pacquio, PhD yang juga berasal dari SPC, beliau membahas terkait "Telepharmacy Services by Pharmacist: Progress and Challenges". Kegiatan yang juga terlaksana secara daring tersebut dihadiri oleh banyak peserta yang berasal dari FF UNAIR dan SPC.

Namun pada kali ini topik yang diusung berbeda namun tetap tak kalah menariknya, yaitu "Coil on Pharmacy Leadership". Tema yang diangkat pada kegiatan ini dirasa cukup penting untuk dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan dibidang kefarmasian. Apalagi dengan narasumber dari dua negara, maka akan memberikan perspektif yang lebih luas juga. Hal ini akan mengarahkan pada lulusan kampus farmasi nantinya menjadi kompeten dibidangnya dan dapat melayani masyarakat dengan baik.