Prosesi Sumpah Apoteker Periode 111 dan Bincang Singkat bersama Lulusan Berprestasi

Prosesi Sumpah Apoteker Periode 111 dan Bincang Singkat bersama Lulusan Berprestasi

Sumpah Apoteker periode 111 telah selesai diselenggarakan pada tanggal 17 Maret 2021. Sejumlah dua puluh Apoteker Baru lulusan pendidikan profesi FF UNAIR telah resmi menjadi bagian dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Berikut rangkuman wawancara terkait Sumpah Apoteker lulusan semester genap dengan Dekan FF UNAIR, Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D. dan lulusan berprestasi, apt. Vely Mandaoni, S.Farm.

Meskipun cenderung berjumlah lebih sedikit daripada jumlah lulusan pada periode sebelumnya, angkatan apoteker baru periode ini menorehkan prestasi yang membanggakan. ”Lulusan Periode 111 ini memberikan prestasi yang membanggakan, seluruhnya bisa lulus sempurna 100% dalam Uji Kompetensi Apoteker,” ungkap Prof. Junaidi.

Dalam mempersiapkan diri sebagai calon apoteker, seorang sarjana farmasi harus melalui berbagai tahapan. Lulusan bergelar S.Farm harus menempuh pendidikan profesi apoteker selama 1 tahun sebelum mendapatkan gelar apt. (Apoteker). “Desain pembelajaran profesi yang diterapkan meliputi perkuliahan, case/project base, dan juga praktik kerja profesi. (Praktik kerja) baik di apotek, puskesmas, industri farmasi, rumah sakit, serta instansi pemerintah. Selain kuliah, ada juga pembelajaran dalam bentuk diskusi atau tutorial yang bersifat case/project base, baik yang diadakan oleh UNAIR maupun kerjasama dengan mitra,” jelas Dekan FF UNAIR tersebut.

Setelah menyelesaikan pembelajaran tingkat profesi, akan berlangsung ujian komprehensif, ujian OSCE, dan UKAI. “UKAI sifatnya adalah exit exam. Jadi seseorang tidak bisa lulus apabila tidak mengikuti UKAI,” pungkas Prof. Junaidi setelah memaparkan tahapan di atas. UKAI diselenggarakan secara nasional dalam bentuk Computer Based Test (CBT). Setelah seluruh ujian selesai dijalani, mahasiswa profesi harus mengikuti yudisium kelulusan dan tahapan terakhir adalah upacara pelafalan sumpah apoteker. Sumpah apoteker sebagai puncak dari seluruh tahapan profesi apoteker menjadi bagian yang penting sebelum menjalani profesi apoteker karena apoteker sebagai profesi yang bertanggung jawab terhadap obat-obatan harus memerhatikan penerapan hukum dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Terkait dengan perbedaan sumpah apoteker tahun ini dan tahun kemarin, Prof. Junaidi menjelaskan bahwa tidak terlalu berbeda. Institusi yang terlibat antara lain adalah Komite Farmasi Nasional (KFN) sebagai yang melakukan sumpah, organisasi profesi IAI sebagai yang menerbitkan sertifikat kompetensi, dan institusi pendidikan FF UNAIR sebagai yangmenerbitkan sertifikat profesi. Setelah diucapkan dan ditandatangani, seluruh apoteker baru akan dikukuhkan oleh pemuka agama sesuai kepercayaan yang dianut. “Selama setiap unsur dan institusi tadi dapat terlibat, tidak ada masalah apabila dilaksanakan secara daring, luring, maupun hybrid.” Upacara di awal tahun ini dilaksanakan secara hybrid dengan anggota dewan mengikuti secara daring sedangkan calon apoteker beserta orangtua mengikuti melalui aplikasi Zoom.

Tak lupa, Prof. Junaidi menyampaikan pesan kepada seluruh apoteker baru, “Saya yakin semua lulusan mempunyai potensi untuk berkarya yang terbaik. Mereka sudah mampu mencapai mimpinya (sebagai apoteker), maka hari berikutnya mereka harus mencapai karyanya. Kondisi sekarang bukanlah halangan melainkan sebuah tantangan. FF UNAIR akan mendukung dan siap menerima untuk mengembangkan karya mereka.”

Pada periode 111 ini, gelar mahasiswa berprestasi untuk program profesi apoteker berhasil disandang oleh apt. Vely Mandaoni, S. Farm. Di balik keberhasilannya, banyak tantangan yang harus dihadapi, antara lain Praktik Kerja Profesi (PKP) di industri maupun komunitas. Hal ini bukanlah perkara mudah untuk dilakukan di situasi saat ini. Namun, berkat kegigihan dan motivasi yang kuat, Vely mampu melewati fase ini.

"Motivasinya adalah orang tua. Saya selalu mikir orang tua di rumah yang menyekolahkan saya jadi saya selalu terpacu untuk lulus dengan cepat dan mendapatkan predikat terbaik untuk membanggakan mereka", ungkapnya.

Untuk selanjutnya, ia berencana memulai karir sebagai apoteker yang bisa memberikan pelayanan terbaik sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan pasiennya kelak. Tak lupa, Vely membagikan wejangan bagi kawan mahasiswa yang sedang berjuang menuntaskan studinya, "Tipsnya adalah jangan mudah patah semangat dan harus selalu berusaha yang terbaik. Pesannya semoga periode selanjutnya bisa tetap lulus profesi 100% dan selalu membanggakan almamater kalian dimanapun kalian berada."

Kontributor: Tim Farma Pos Agung Bagus (2020), Alfionita Isnaini (2019), Denayu Pebrianti (2019), Jihan Bobsaid (2019), dan Tsabitah Virza (2019)


Unduhan