
Pada 12–21 Januari 2026, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR), M. Afzaala, Dini Valerina, Nur Abbyana, Nur Annisa Puteri, Muhammad N. Hareez, Izmel Harith, Luvena Navelyn dan Khanaya Angelie mengikuti kegiatan exposure pelayanan kefarmasian di Pharmacy Store (Community Pharmacy), Rangsit University, Thailand. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program KKN Internasional.
Exposure pelayanan kefarmasian tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sistem pelayanan apotek komunitas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer. Selain itu kegiatan tersebut juga sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi penggunaan obat yang tepat.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa FF UNAIR mempelajari alur pelayanan resep dan non-resep, penggolongan obat, manajemen persediaan, hingga sistem pencatatan berbasis A-MED Care System. Mereka juga mengamati secara langsung peran apoteker dalam memberikan edukasi kepada pasien terkait penggunaan obat yang tepat, kepatuhan terapi, serta pencegahan efek samping obat.

Selain kegiatan observasi, mahasiswa turut menyusun poster edukatif mengenai informasi obat yang kemudian dipresentasikan kepada apoteker dan staf farmasi sebagai bentuk kontribusi akademik sekaligus sarana penguatan kemampuan komunikasi ilmiah.
“Kami belajar bahwa pelayanan kefarmasian bukan hanya menyerahkan obat, tetapi memastikan pasien memahami terapi yang dijalani,” ujar salah satu mahasiswa.
Kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai sistem asuransi kesehatan di Thailand, seperti Universal Coverage Scheme, Social Security Scheme, dan Civil Servants Scheme, sehingga mahasiswa dapat membandingkan sistem pelayanan kefarmasian di Thailand dan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional di bidang farmasi, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui peran apotek komunitas yang selaras dengan SDGs 3 "Good Health and Well-being".
