info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Cerita Mahasiswa FF UNAIR Belajar Pelayanan Kesehatan Komunitas di Thailand

Kesempatan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi delapan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR). Kedelapan mahasiswa tersebut adalah M. Afzaala, Dini Valerina, Khanaya Angelie, Luvena Navelyn, Izmel Harith, Izmel Harith, Nur Abbyana, Nur Annisa, dan M. Hareez. Program yang berlangsung pada 11–25 Januari 2026 tersebut memberikan mereka kesempatan untuk belajar langsung di Rangsit University, Thailand. Disana mereka mempelajari bagaimana pelayanan kerfarmasian yang menekankan penerapan Community-based. Selama program berlangsung, mereka mengikuti berbagai rotasi pelayanan kefarmasian yang difasilitasi oleh College of Pharmacy Rangsit University.

“Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi kami adalah mengikuti kegiatan community home visit di wilayah Lak Hok. Dalam kegiatan ini, kami didampingi mahasiswa tahun ke-6 dari Rangsit University untuk melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien, terutama lansia. Melalui kegiatan tersebut, kami melihat bagaimana peran Farmasis memantau kondisi pasien, memberikan edukasi, dan mengecek kepatuhan penggunaan obat dirumah.” Ujar salah satu mahasiswa saat menceritakan pengalamannya.

Dalam pelaksanaannya, Farmasis menggunakan pendekatan INHOMESS (Immobility, Nutrition, Home Environment, Other People, Medication, Examination, Safety, Spiritual, dan Service) untuk menilai kondisi pasien secara menyeluruh, mulai dari aspek mobilitas hingga keamanan dan akses layanan kesehatan. Komunikasi dengan pasien juga dilakukan menggunakan pendekatan IFFE (Idea, Feeling, Function, Expectation) untuk memahami sudut pandang pasien terhadap penyakit yang dialami. Pendekatan ini menyadarkan kami bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada kondisi medis, tetapi juga pada pengalaman dan kebutuhan pasien dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kegiatan home visit, mereka juga berkesempatan untuk magang di Smoking Cessation Centre Rangsit University. Pusat layanan tersebut menyediakan pendampingan bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok melalui konseling dan edukasi kesehatan. Pasien yang datang tidak hanya mendapatkan informasi bahaya merokok, tetapi juga mendapatkan dukungan berupa konsultasi, pemantauan perkembangan, serta strategi untuk membantu proses berhenti merokok secara bertahap. Bahkan, pasien dapat memperoleh terapi pengganti nikotin seperti nicotine gum atau gargle secara gratis untuk membantu proses berhenti merokok.

Dengan pengalaman magang di Smoking Cessation Centre Rangsit University tersebut, mereka menyadari bahwa upaya berhenti merokok tidak hanya bergantung pada kemauan individu, tetapi juga membutuhkan dukungan sistem pelayanan kesehatan yang terstruktur.

Pengalaman mengikuti KKN internasional di Rangsit University memberikan kedelapan mahasiswa tersebut perspektif baru tentang bagaimana pendekatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tak hanya  sekaligus menjadi inspirasi untuk pengembangan program kesehatan yang lebih kuat di Indonesia.