Berekspresi dengan Wayang dan Berkreasi Batik di The 3rd International Summer School

The 3rd International Summer School, Association of Indonesian Pharmacy Higher Education (AIPHE) Year of 2022 telah memasuki hari ketiga (20/08/2022). Mengusung tema “The Soul of Jamu and Bromo Cultural Remedies”, mahasiswa internasional melangsungkan agenda workshop mengenai wayang dan batik.

Workshop dibuka dengan penyampaian materi oleh Bapak Edi Dwi Riyanto mengenai wayang. Wayang sendiri merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah sangat terkenal di mancanegara. Perkembangannya begitu pesat di pulau Jawa.

“Wayang itu dicontohkan dari lambang UNAIR, di mana burung garuda di lambang UNAIR itu membawa guci yang berisi tirta amerta, yang dipercaya sebagai air kehidupan” tutur beliau.

Wayang berfungsi untuk media hiburan bagi masyarakat dan sarana pendidikan karena memberikan pesan-pesan dalam ceritanya. Macam-macam dari wayang sendiri ada beberapa yaitu Wayang Kulit, Wayang Bambu, Wayang Kayu, Wayang Orang, Wayang Motekar, dan Wayang Rumput.

UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan boneka bayangan tersohor dari Indonesia, sebuah Warisan Mahakarya Dunia yang Tak Ternilai dalam Seni Bertutur (bahasa Inggris: Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Usai pemaparan materi wayang, mahasiswa internasional melaksanakan workshop membatik yang dibimbing langsung oleh Bapak Rahmad . Dalam agenda ini, tak hanya ilmu teori saja yang didapatkan namun juga pengalaman dalam membuat batik itu sendiri. Selama kurang lebih 3 jam, mahasiswa internasional dapat membuat kain batik mulai dari proses mencanting hingga penjemuran dan nantinya kain tersebut dapat dibawa pulang sebagai cinderamata.


Agenda
Unduhan