Info Session Fakultas Farmasi dalam Airlangga Education Expo (AEE)

Jelang puncak perhelatan akbar Airlangga Education Expo (AEE) 2022, info session Fakultas Farmasi (FF) UNAIR kembali hadir menyapa Calon Ksatria Airlangga pada Sabtu (19/2/2022). Acara bertajuk “Becoming Pharmacist: A SMART Journey to an EXCELLENT Future” ini dimeriahkan oleh Dekan FF Prof. Junaidi Khotib, S.Si, M.Kes., Ph.D., Apt., Ketua Program Studi Sarjana Farmasi apt. Chrismawan Ardianto, S.Farm., M.Sc., Ph.D., dan Ketua BEM FF Periode 2022 Farhan Rizqi Windianto. Sejumlah mahasiswa nasional maupun internasional FF didatangkan secara virtual untuk menyampaikan testimoni. Kegiatan ini dihadiri ratusan murid SMA/SMK/Sederajat, orang tua, dan guru yang bergabung melalui Zoom dan siaran langsung Youtube.

Sebagai awalan, Pak Chrismawan memberi paparan singkat seputar pendidikan tinggi farmasi yang ditawarkan oleh UNAIR. Program studi ini, jelasnya, dibagi dua jenjang yang dapat ditempuh selama lima tahun, yaitu jenjang sarjana dan profesi. Dengan fasilitas pembelajaran modern dan terpadu, mahasiswa didukung untuk berproses menjadi apoteker kompeten dan siap kerja.

“Program pendidikan apoteker didesain untuk menghasilkan para profesional di bidang kefarmasian dan akan berpraktik profesi sebagai apoteker di pusat pelayanan kesehatan, seperti apotek, rumah sakit, dan puskesmas; industri farmasi; pemerintahan; dan instansi lain yang berkaitan dengan pengelolaan dan penjaminan kualitas obat,” ujar dosen muda ini.

Prof. Junaidi lalu memperkenalkan lebih lanjut FF UNAIR sebagai fakultas yang telah mengantongi berbagai pengakuan dari badan akreditasi, di antaranya akreditasi unggul LAMPT Kes dan akreditasi internasional ASIIN. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa proses pembelajaran dan kurikulum di FF berhasil mencetak lulusan berkualitas yang dapat diterima secara global.

“Alumni Fakultas Farmasi ada yang bekerja di Harvard University, perguruan terbaik di dunia saat ini. Demikian juga dengan perguruan terbaik di Eropa, seperti halnya Karolinska Universitet dan Oxford, ada juga alumni yang bekerja di sana,” terang dekan yang juga alumnus FF UNAIR ini.

Pembicara selanjutnya, Farhan, menyajikan perspektif dari mata mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa kuliah di FF tidak selalu berkutat pada kegiatan akademik, melainkan juga nonakademik melalui kepanitiaan dan organisasi. KOFEIN menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk menjadi penyelenggara ajang perlombaan kefarmasian bertaraf nasional.

“Jadi mahasiswa memiliki wadah untuk berkarya dan menambah pengalaman, terutama pengalaman (untuk menambah) soft skill. Dan itu merupakan hal yang baik bagi mahasiswa selain perkuliahan,” tegas Ketua BEM FF.

Setelah sesi tanya-jawab, Prof. Junaidi mengakhiri info session dengan kalimat motivasi “Untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat, maka fakultas ini harus mampu memberikan kemanfaatan. (Bagi) mereka yang siap memberikan kemanfaatan kepada masyarakat, mari bergabung dengan salah satu fakultas farmasi terbaik di Indonesia, yaitu Fakultas Farmasi Universitas Airlangga,” tutupnya.

Reporter: Atha
Editor: Karisma
Fotografer: Aqbil


Agenda
Unduhan