Webinar Pengabdian Masyarakat di Waingapu

Webinar Pengabdian Masyarakat di Waingapu : Pemanfaatan Bahan Kimia Alam (EGCG) dalam Pemeliharaan Kesehatan Menghadapi Pandemi Covid-19

Pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021 dilaksanakan Webinar Pengabdian Masyarakat dengan topik "Pemanfaatan Bahan Kimia Alam (EGCG) dalam Pemeliharaan Kesehatan Menghadapi Pandemi Covid-19," melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube. Acara dihadiri oleh sejawat apoteker dari Sumba Timur. Prof. Apt. Junaidi Khotib, M. Kes., Ph.D selaku Dekan FF memberikan sambutan sebagai tanda acara resmi dibuka.

Membantu Penyembuhan Covid-19 dengan Teh

Prof. Dr. Apt. Djoko Agus Purwanto, M. Si., memaparkan bahwa teh dapat meningkatkan imunitas alami dalam tubuh. Teh hijau memiliki kandungan EGCG (Epigallocatechin gallate) yang sangat tinggi dibandingkan dengan jenis teh yang lain. "EGCG memiliki tingkat antioksidan yang sangat kuat," ujar Prof Djoko. Masyarakat memiliki pemahaman bahwa teh dapat merusak ginjal, namun faktanya teh tidak merusak ginjal, bahkan dapat mengobati kerusakan ginjal. Berdasarkan riset yang ada, EGCG mampu mencegah masuknya virus ke dalam sel, selain itu juga dapat menjaga sistem imun dan mencegah peradangan. Badai sitokin, salah satu gejala Covid-19, bekerja dengan cara menekan ekspresi IL-6. Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa EGCG mampu menekan IL-6. EGCG dari teh memiliki kemampuan ikatan yang kuat untuk mengikat 7 protein Sars-CoV-2 yang digunakan untuk masuk ke dalam sel. "Minum teh sehari - hari bukanlah beban, namun memiliki manfaat yang banyak," pungkas Prof. Djoko.

Pola Hidup Sehat di Tengah Pandemi covid-19

Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, M. S., mengungkapkan bahwa pola hidup sehat harus dilakukan dengan kesadaran yang sangat tinggi, yaitu dengan menyeimbangkan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan spiritual. Herbal selalu dikaitkan dengan obat, sehingga masyarakat hanya meminumnya jika sakit, padahal herbal dapat dikonsumsi secara teratur setiap hari. Herbal memiliki manfaat sebagai multi target therapy, sehingga mampu menyeimbangkan holistik dalam tubuh. Herbal yang dapat dimanfaatkan ada banyak, yaitu rempah (lada, cengkeh, pala, dll), jahe, dan kunyit. Di Kabupaten Sumba Timur terdapat tanaman Moringa oleifera atau yang dikenal dengan nama kelor. Daun pada tanaman ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, tidak hanya itu daun kelor juga kaya akan khasiat lain. Banyak sekali olahan dari daun kelor yang dapat disajikan, contohnya adalah sup moringa, teh moringa, sayur bening, dll. Selain itu, terdapat pula tanaman Morinda citrifolia yang kaya akan khasiat. "Pandemik telah membuat manusia menghentikan sejenak kehidupan yang melelahkan dan mulai mencari sesuatu yang sangat penting, yaitu kesehatan dan kesejahteraan orang yang kita cintai," ujar Prof. Mangestuti.

Kontributor: Annisa Rizki, Erlisa Alya, Rayya Zhafira, Syarifah Haniyah (Tim Farmapos FF UNAIR) 


Unduhan