Pakai Animasi, Fakultas Farmasi Edukasi Siswa SD Gunakan Obat yang Baik dan Benar
POTRET antusias siswa SD Muhammadiyah 1 Gresik saat menyaksikan pertunjukkan boneka dari mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR saat kegiatan Pengmas pada 17 Juli 2019. (Foto : Istimewa)
POTRET antusias siswa SD Muhammadiyah 1 Gresik saat menyaksikan pertunjukkan boneka dari mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR saat kegiatan Pengmas pada 17 Juli 2019. (Foto : Istimewa)

 

Sebanyak 20 mahasiswa dan dua dosen FF UNAIR menyelenggarakan kegiatan Pengmas ke pesisir pantai Gresik, tepatnya pada Selasa sampai Rabu (16–17/7/2019). Tepatnya di SD Muhammadiyah Manyar dan SD Muhammadiyah 1 Gresik.

Pengmas yang biasanya diwujudkan melalui penyuluhan, pelatihan, pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya. Namun, ada yang berbeda dengan nuansa pengmas kali ini.

Pengmas ditujukkan bagi siswa SD dan diberikan penyuluhan mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara baik dan benar. Atau yang biasa dikenal dengan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang).

Khoirotin Nisak, S.Farm., M.Pharm., Apt selaku ketua tim Pengmas menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi siswa tentang penggunaan obat secara baik dan benar. ”Siswa SD belum sering disasar untuk kegiatan penyuluhan seperti ini. Padahal mereka adalah cikal bakal generasi muda yang akan membangun bangsa nantinya,” ungkapnya.

Yang unik, materi diberikan melalui film animasi dan pertunjukkan boneka. Demi menarik perhatian siswa SD, panitia bekerja sama dengan rumah produksi animasi Mocca Studio membuat sebuah film animasi yang berdurasi empat menit. Sedangkan pertunjukan boneka, dilakukan bersama mahasiswa dari Fakultas Psikologi UNAIR.

Film itu bercerita tentang Pak Dodo yang sembarangan membeli obat, lalu bertemu dengan Apoteker Cilik (Acil). Oleh Acil, Pak Dodo diberitahu bahaya membeli obat sembarangan. Acil juga menjelaskan tentang logo obat, cara mendapatkan, hingga membuang obat yang benar kepada Pak Dodo.

Melalui kegiatan yang diikuti sekitar 350 siswa dari berbagai jenjang itu diharapakan dapat memberikan manfaat. Utamanya bagi siswa sebagai generasi penerus bangsa. ”Dengan adanya pembekalan keilmuan tentang kesehatan, khususnya obat-obatan, kami berharap dapat memberikan pencerahan dan peningkatan pengetahuan siswa,” tuturnya.

Kegiatan serupa juga pernah dilakukan pada 2018 lalu. Namun, penyampaian informasi dilakukan melalui pertunjukan boneka tangan ( puppet show) dan pembacaan dongeng petualangan Acil. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Sumber:  UNAIR NEWS


Unduhan