Tim PKM Fakultas Farmasi UNAIR Ciptakan Skincare Djengkolic

PMK Djengkolik Mahasiswa Fakutlas Farmasi UNAIR

 

UNAIR NEWS –Mahasiswa pada dasarnya tak asing dengan Program Kreatifitas Mahasiswa atau yang biasa disebut dengan PKM. PKM sendiri bertujuan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreatifitas dan inovasi berlandaskan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi.  Seperti pada tim PKM Fakultas Farmasi UNAIR yang beranggotakan Mazhar Ardhina Silmi, Kholidatul fauziyah, Diah Ayu Laraswati, Nursanti Arya Pratiwi, dan Rizki Amalia Arifiani yang semuanya program jurusan pendidikan apoteker memilih untuk membuat PKM di bidang kewirausaahan (PKM-K) dengan judul "DJENGKOLIC" Facial Wash & Scrub Antiaging dan Brightening dari Kulit Jengkol.

Mengenai hal itu, Mazhar mengatakan bahwa timnya memilih membuat sebuah produk kecantikan atau skincarealami dengan memanfaatkan limbah kulit jengkol. Pasalnya, jengkol merupakan tumbuhan yang biasanya hidup di daerah Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

"Bijinya sering dimanfaatkan untuk bahan pangan. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal jengkol sebagai komoditas yang dikonsumsi," ungkapnya.

Di bidang kecantikan sendiri, jelasnya, pemanfaatan jengkol sebagai bahan kosmetik masih sangat minim dan kurang populer dibandingkan dengan bahan alami lainnya. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa kulit jengkol mengandung berbagai senyawa kimia diantaranya flavonoid, saponin, dan tanin.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa flavonoid berfungsi sebagai antioksidan, saponin berfungsi mencegah penuaan dini, mengecilkan pori-pori wajah dan menghaluskan kuliat. Sedangkan tanin berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri serta vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus mencerahkan kulit.

"Maka dari itu tim ini pun mencoba membuat produk kecantikan alami yaitu ‘Djengkolic’ dengan memanfaatkan penelitian kulit jengkol yang dijadikan sebagai facial washdan facial scrubsebagai pencerah kulit dan antiaging," jelasnya.

Produk ‘Djengkolic’, jelasnya, dibuat secara 2-in-1atau dua produk dalam satu kemasan yaitu facial washsekaligus facial scrub. Produk didesain dalam kemasan yang sederhana, praktis, dan mudah penggunaannya. Bentuk produk dari ‘Djengkolic’ sendiri ialah gel yang mengandung bahan utama ekstrak kulit jengkol dengan tambahan butiran halus kulit jengkol sebagai exfoliator.

Pada akhir, ia juga menjelaskan bahwa produknya juga dijual dalam kemasan tube 30 gram dan bertutup ulir, sehingga antitumpah dan sangat praktis untuk dibawa bepergian. Pembuatan serta penelitian produk ‘Djengkolic’ juga didamping salah seorang dosen pembimbing Lusiana Arifianti, S.Farm.,Mfarm.,Apt.

"Harapannya selain mengembalikan hakikat produk kecantikan alami asli Indonesia kepada masyarakat yang sekarang mulai didominasi produk luar negeri seperti Korea, juga membantu masyarakat dalam mengurangi limbah kulit jengkol pada lingkungan dengan membuatnya sebagai produk ‘Djengkolic’ yang kaya manfaat," pungkasnya.

Penulis: Soffya Ranti

Editor: Nuri Hermawan


Unduhan