info@ff.unair.ac.id +62-31-5937824

Webinar Series Pertama di 2023, Berikan Edukasi Terkait Keamanan Makanan Hingga Bahas Ciki Ngebul

Beberapa Scene Saat Acara Webinar Berjalan

Salah satu agenda rutin Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat hadir kembali di tahun 2023 ini. Agenda yang dimaksud tak lain dan tak bukan adalah Webinar Series FF UNAIR. Masih sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun webinar juga dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting dan Youtube sehingga edukasi dapat tersampaikan dengan jangkauan lebih luas.

Webinar yang kali ini mengusung tema "Peran Apoteker dalam Penjaminan Mutu dan Keamanan Makanan" telah usai dilaksanakan tanggal 4 Maret 2023 dengan jumlah pendaftar lebih dari 1200 orang. Menariknya tema webinar kali ini membuat berbagai kalangan mulai dari tenaga profesional, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum menghadiri acara ini.

Webinar ini mengupas tuntas mutu dan keamanan makanan sekaligus membahas isu yang saat ini sedang booming yaitu "Chiki Ngebul" atau biasa disingkat Chibul. Chibul sendiri merupakan jajanan chiki yang diberi nitrogen cair sehingga mengeluarkan asap. Jajanan yang tren di Korea ini juga banyak digandrungi di tanah air terutama anak-anak. Namun ternyata, jajanan tersebut dapat membahayakan kesehatan dan telah ada beberapa kasus yang dilaporkan.

Dimoderatori oleh salah satu Guru Besar sekaligus Ketua Departemen Ilmu Kefarmasian FF UNAIR, Prof. Juni Ekowati, kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber yang luar biasa. Narasumber pertama, Ibu apt. Anisyah, S.Si., MP. selaku Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM menjelaskan terkait bagaimana mutu dan keamanan makanan yang diatur oleh BPOM. Terkait Chibul, beliau memaparkan bahwa nitrogen cair dapat digunakan sebagai penolong produsen es krim karena dapat menidingkan dengan cepat, tetapi bahan tersebut tidak boleh ada di produk akhir. Aturan terkait penggunaan nitrogen cair pada makanan ini sudah dibuat oleh BPOM, bahkan ada juga mitigasi resiko terkait apa yang harus dilakukan konsumen dan penjual. 

Guru Besar FF UNAIR, Prof. M. Yuwono yang bertindak sebagai narasumber ke-2 menjelaskan topik terkait cemaran kimia pada makanan dan cara mendeteksinya. Cemaran kimia pada makanan dapat berupa racun alami, pencemaran lingkungan, residu agrokimia, toksin proses makanan, bahan tambahan yang segaja ditambahkan, dan rantai produksi pangan yang menimbulkan resiko intrinsik dan ekstrinsik. Cara mendeteksinya adalah dengan metode analisis dengan juga melihat kualifikasi instrumen, personil dan lain-lain.

Narasumber terakhir, Dr. Marcellino Rudyanto dosen FF UNAIR memaparkan terkait penggunaan nitrogen cair pada makanan siap saji. Beliau mengungkapkan bahwa pada dasarnya nitrogen tidak memiliki nilai gizi bagi tubuh manusia. Nitrogen cair berbahaya jika masuk ke dalam tubuh karena volume nitrogen cair saat menjadi gas akan meningkat 700 kali lipat. Hal tersebut dapat mengakibatkan nekrosis jaringan dan kebocoran lambung sehingga tidak tepat jika digunakan dalam penyajian makanan. Menurut beliau, makanan yang diberi nitrogen cair akan aman dikonsumsi saat sudah tidak mengeluarkan asap.