The 3rd International Summer School: Pengembangan Obat dan Produk Perawatan Tubuh Herbal untuk Indonesia

The 3rd International Summer School kembali hadir menyapa mahasiswa dan praktisi farmasi mancanegara pada Kamis (25/8/2022). Menginjak hari kedelapan, acara diisi oleh dua topik kuliah singkat dan sesi tanya-jawab setelah masing-masing materi. Perlu diketahui, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FF UNAIR) menjadi salah satu penyelenggara International Summer School yang tahun ini mengangkat tema “The Soul of Jamu and Bromo Cultural Remedies”.

Pembicara pertama, Prof. apt. Agung Endo Nugroho, M.Si., Ph.D., membawakan materi berjudul “Development of Herbal Medicine Based on Scientific Evidence”. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada itu memulai pemaparannya dengan menyebutkan berbagai masalah yang dihadapi peneliti dan industri dalam mengembangkan produk herbal di Indonesia. Kurangnya kemandirian nasional dalam bidang produksi obat dan bahan obat menjadi salah satu di antaranya.

“Di Indonesia, mayoritas kebutuhan obat dan bahan mentahnya disuplai melalui impor. Padahal, negara-negara Asia Tenggara memiliki kekayaan hayati yang sangat besar, termasuk tumbuhan-tumbuhan herbal,” jelas Prof. Agung.

Menurut Prof. Agung, keberagaman flora di Indonesia, khususnya spesies yang memiliki khasiat kesehatan, perlu dieksplorasi dan diteliti lebih dalam. Dalam hal ini, ia telah mengumpulkan berbagai tumbuhan herbal yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Prof. Agung lalu melakukan skrining untuk menentukan tanaman yang paling berkhasiat. Hasilnya, sambiloto menduduki posisi teratas dalam mengatasi penyakit diabetes. Ia pun berhasil mengisolasi senyawa berkhasiat yang terkandung dalam daun sambiloto dan menguji efektivitasnya pada hewan coba.

“Jika upaya ini dikolaborasikan dengan teman-teman peneliti yang ada di provinsi lain, Indonesia akan memiliki banyak obat herbal yang didasarkan pada kearifan lokal,” lanjutnya.

Selanjutnya, giliran apt. Titis Indah Wahyu A., S.Farm. untuk memaparkan materi berjudul “Competitiveness of Herbal Cosmetics in Indonesia and Globally”. Direktur PT Kosmetika Global Indonesia yang juga alumnus FF UNAIR itu menjelaskan, belakangan ini terjadi pergeseran tren di ranah produk perawatan tubuh. Konsumen mulai sadar akan efek samping dari bahan kimia yang ada pada produk perawatan tubuh konvensional. Akibatnya, permintaan atas produk perawatan tubuh dengan bahan alami meningkat.

“Istilah ‘organik’ menjadi tren mendunia yang terus tumbuh pada tahun-tahun terakhir,” sambung Titis.

Selain minim efek samping, produk perawatan tubuh organik juga lebih ramah lingkungan. Menurut Titis, hal ini dikarenakan banyaknya industri yang telah mengembangkan dan memasarkan kemasan produk yang dapat digunakan dan diolah kembali.

Titin lalu mengungkap tips yang perlu diterapkan industri kosmetik dan perawatan tubuh agar tetap kompetitif di pasar dengan tren yang terus berubah. Ia menyarankan produsen untuk menekankan keamanan dan manfaat kesehatan saat memasarkan produknya.

“Produk organik dengan label yang menjelaskan manfaat kesehatan, tidak menunjukkan efek samping, dan menyebutkan komposisi bahan secara lengkap akan memperoleh kepercayaan konsumen,” jelas Titin.

 

Reporter dan editor: Athallah (2020)


Agenda
Unduhan