AIPHE International Summer School 2022

Di tahun 2022 ini, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menjadi tuan rumah International Summer School AIPHE (Association of Indonesian Pharmacy Higher Education) yang ketiga. Fakultas Farmasi Unair bersama dengan tiga universitas lain, yakni Fakultas Farmasi Universitas Surabaya, Fakultas Farmasi Universitas Jember, dan Fakultas Farmasi Universitas Widya Mandala menjadi host pada acara ini. Adapun tema AIPHE yang diusung adalah The Soul of Jamu and Bromo Cultural Remedies. Acara tersebut berlangsung selama 18 -31 Agustus 2022 secara hybrid.

Agenda hari kelima (22/8) bertempat di Hall lt. 1, Gedung Nanizar Zaman Joenoes, berlangsung dengan lancar. Acara diawali dengan pembukaan dan perkenalan Master of Ceremony disusul dengan menyanyikan Indonesia Raya, Hymne Airlangga, dan Hymne Ubaya oleh seluruh hadirin. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan rangkaian acara dan peralihan kepada moderator.

Pembahasan dibuka dengan sesi pertama yang membahas tentang jamu secara umum yang berjudul: Traditional Heritage from Indonesia to The World. Sesi ini menghadirkan Dr. apt. Krisyanti Budipramana, S.Farm., M.Farm., sebagai pemateri pertama. Diawali dengan pengertian dan klasifikasi jamu. Keberadaan jamu berkaitan dengan kepercayaan dan pemikiran masyarakat Indonesia kuno.

Panca Maha Bhuta merupakan filosofi mengenai obat-obatan dari pemikiran rakyat Bali dan kepercayaan Hindu. Panca Maha Bhuta berasal dari kata “Panca” yang berarti “lima”, “Maha” yang berarti “utama”, dan “Bhuta” yang berarti “elemen”. Kelima elemen ini terdiri dari jiwa, air, solid, panas, dan cair.

Kedua membahas tentang filosofi obat-obatan Jawa. Jamu sudah menjadi bagian pengobatan masyarakat sejak kala yang tertuang pada Relief Candi Borobudur. Hal ini juga diperkuat dengan bukti peninggalan tulisan.

Keberadaan jamu yang melekat pada masyarakat di Indonesia menjadi perhatian bagi pemerintahan Indonesia. Saat ini, obat tradisional di Indonesia telah dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan Kepala BPOM No HK.00.05.4.2411 tahun 2004. Penggolongan ini ditampilkan kemasan obat layaknya pembagian golongan obat pada umumnya.

Masa pandemi saat ini membuat konsumsi jamu di kalangan masyarakat di Indonesia meningkat sehingga mulai banyak produk jamu yang beredar. Namun, saat ini Indonesia sudah memiliki cara agar masyarakat bisa mengakses apakah produk yang mereka temui sudah memenuhi standarisasi. Konsumen cukup memasukkan nama produk dan nomor registrasi.

Kemudian sesi kedua dipaparkan oleh Dr. apt. Noorma Rosita, M.Si. yang membahas Herbal Cosmetic and Related Problem. Sesi ini diawali dengan dasar-dasar mengenai kosmetika dan obat, baik pengertian, perbedaan, dan produk-produk yang dianggap beririsan.

Pada pembuatan produk kosmetika terdapat Active Ingredients yang bisa berasal dari sintetis atau alami. Produk kosmetik dengan bahan aktif herbal mengalami peningkatan peminat dalam beberapa tahun terakhir dan diprediksi akan memiliki prospek yang baik. Terutama dengan keadaan Indonesia yang memiliki potensi alam dan sumber bahan alam yang sangat baik. Namun, dalam prosesnya memiliki banyak langkah dan formulasi yang harus diperhatikan. 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung dengan baik. Para peserta dengan antusias melontarkan pertanyaan. Sesi diakhiri dengan pembagian sertifikat kepada pemateri. Pembawa acara menutup dengan membacakan jadwal di hari berikutnya dan mengumumkan hasil kuis.

 

Reporter : Paloma (2021)
Editor : Titin (2021)


Agenda
Unduhan