Belajar Membuat Obat Tradisional Lintas Negara

Belajar Membuat Obat Tradisional Lintas Negara

Workshop Internasional yang diadakan pada tanggal 16 Juli 2021 melalui Zoom Meeting ini merupakan rangkaian dari kegiatan Online International Herbal Medicine Workshop 2021 yang dibuka dengan webinar internasional pada 9 Juli 2021 kemarin. Pelatihan dengan judul “Training on How to Make Herbal Medicine and Innovative Packaging” ini mengundang beberapa doktor dan apoteker dari dalam maupun luar negeri serta diikuti oleh ratusan peserta mulai dari mahasiswa hingga ibu-ibu PKK.

Pelatihan dibagi menjadi tiga sesi.Sesi pertama diisi oleh tiga pembicara yang memaparkan pembuatan jamu dari Indonesia hingga berbagai macam perawatan herbal dari Thailand. Sesi ini diawali dengan pemaparan pembuatan jamu beras kencur dan bedak dingin oleh Dr. apt. Wiwied Ekasari, M.Si. dari Universitas Airlangga, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan obat herbal dari daun pepaya untuk mengobati demam berdarah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jamia Azdina Jamal dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Sesi pertama ditutup dengan penjelasan mengenai macam dan cara pembuatan obat herbal untuk perawatan kesehatan oleh Dr. Sathianpong Phoopha dari Prince of Songkla University Thailand.

Sesi kedua dibuka dengan pengenalan manfaat dan pemanfaatan tanaman lidah buaya atau Aloe vera sebagai obat tradisional di India oleh Virendra Pratap Singh, M.Pharm dari Maharana Prataph University. Selanjutnya, ada dua pembicara dari Daffodil International University yang membagikan cara pembuatan produk herbal rumahan khas Bangladesh yakni Dr. Mohammed Shafikur Rahman dan Dr. Farhana Israt Jahan. Ketiga pembicara menyampaikan keunggulan dari masing-masing tanaman yang digunakan dalam pembuatan obat tradisional serta membagikan cara pembuatan obat tradisional khas negara masing-masing.

Sesi ketiga diisi oleh apt. Maya Septriana, M.Si. dari Universitas Airlangga yang menyampaikan mengenai inovasi kemasan produk herbal di Indonesia. apt. Maya
menjelaskan pula mengenai macam kemasan yang beredar dipasaran beserta keunggulannya. Peserta antusias bertanya selama sesi diskusi berlangsung, mulai dari tata cara mengonsumsi jamu hingga kemananan dari kantong teh pada teh celup. Workshop ditutup dengan pembagian sertifikat kepada pembicara dan moderator serta sesi foto bersama.

Kontributor: Tim Farmapos Alfionita Isnaini, Annisa Rizki, Erlisa Alya, Rayya Zhafira


Unduhan