Mengenal Lebih Dekat Fitofarmasi Melalui MBKM FF UNAIR

Mengenal Lebih Dekat Fitofarmasi Melalui MBKM FF UNAIR

Fitofarmasi merupakan satu-satunya mata kuliah yang berada di bawah Departemen
Ilmu Kefarmasian yang membuka Porgram Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mata kuliah ini diampu oleh lima dosen Fakultas Farmasi UNAIR dan tiga dosen LB (luar biasa) yang mengisi kuliah tamu selama satu semester pembelajaran. Berikut hasil wawancara dengan Ibu Rr. Retno Widyowati, SSi., MPharm., PhD., Apt. terkait MBKM mata kuliah Fitofarmasi.

Program ini dilatarbelakangi oleh kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM dengan tujuan untuk
memudahkan mahasiswa dalam mempelajari dan menggali informasi dari institusi lain. Program ini dibedakan menjadi dua subprogram. Subprogram MBKM dapat diikuti oleh mahasiswa yang terdaftar melalui Cyber Campus UNAIR dan nilai SKS yang diambil dapat diakui. Sedangkan subprogram Non-MBKM atau Student Inbound dapat diikuti oleh mahasiswa dengan mendaftarkan diri melalui Koordinator Kuliah Mata Kuliah Fitofarmasi. Namun, SKS yang diambil tidak dapat diakui. Subprogram ini dapat diambil oleh mahasiswa institusi lain yang tidak mendapatkan Mata Kuliah Fitofarmasi di kampusnya.

Perkuliahan telah dimulai sejak 22 Februari 2021 dengan total jumlah mahasiswa
semester 8 dan tambahan 27 mahasiswa dari luar FF UNAIR yaitu 2 mahasiswa Universitas Hang Tuah dan 25 mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Kuota awal hanya disediakan untuk 20 orang. Namun, melihat antusiasme mahasiswa yang tinggi, fakultas menambah kuota menjadi 27 orang.

Mata kuliah ini berfokus pada aplikasi dalam membuat sediaan dari bahan alam dan dapat diambil oleh mahasiswa semester 7 dan 8. Perkuliahan selama 14 pertemuan diselenggarakan secara daring dengan sistem kuliah tatap muka daring oleh dosen pengampu, kuliah tamu oleh dosen atau prakitsi dari luar UNAIR, dan diskusi kelompok untuk menyelesaikan case based study. Model perkuliahan case based study dilaksanakan dalam bentuk diskusi tentang permasalahan yang sering terjadi di lapangan kerja misalnya di industri Obat Tradisional Indonesia (OTI).

Dosen atau praktisi dari luar UNAIR dilibatkan untuk membuka wawasan mahasiswa
terkait praktek dan penelitian di dunia kerja secara nyata. Ketiga dosen luar biasa yang diundang adalah Prof. Swarnlata Saraf dari Pt. Ravishankar Shukla University India; Raymond Tjandrawinata, Ph.D dari Dexa Laboratories Indonesia; Harsono Sutedjo, B.A. dari Borobudur Extraction Center; dan Professor Kenji Watanabe dari Yokohama University of Pharmacy Japan. Sedangkan dosen pengampu dari FF UNAIR adalah Dr. Idha Kusumawati; Retno Widyawati, Ph.D; Rice Disi Oktarina, M.Farm; Tutik Sri Wahyuni, Ph.D.; dan Prof. Bambang Prajogo.

Harapan diadakannya Program MBKM ini adalah mahasiswa akan mampu membuat sediaan fitofarmasi yang terjamin mutunya dan dapat melakukan pengujian bioaktivitas dan keamanannya. Selain itu, mahasiswa juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi di bidang kefarmasian dalam mengambil keputusan secara tepat pada pengembangan produk fitofarmaka.


Unduhan