Kampo Sebagai Pengobatan Tradisional Jepang

Kampo Sebagai Pengobatan Tradisional Jepang

 

Pada tanggal 17 Maret 2021 diadakan Kuliah Tamu Fitofarmasi yang berjudul Introduction and History of Japanese Traditional Medicine Development yang dihadiri oleh 110 mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia maupun luar negeri melalui media Zoom Meeting. Dosen pada kuliah tamu ini adalah Profesor Kenji Watanabe, MD, PhD, FACP dari Yokohama University of Pharmacy, Jepang. 

Kuliah tamu ini juga dihadiri oleh beberapa dosen pengampu Mata Kuliah Fitofarmasi Rr. Retno Widyowati, S.Si., M.Pharm., PhD., Apt.; Dr. Aty Widyawaruyanti, M.Si., Apt.; Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS, Apt.; dan Rice Disi Oktarina, S.Farm., M.Farm., Apt. serta dosen dari University of Pharmacy Jepang yaitu Profesor Kaoru Umehara dan Profesor Jiro Kanto.

Kuliah dimulai dengan materi pengenalan tentang pengobatan kampo, yaitu pengobatan tradisonal dari Jepang. Materi pertama ini berisi tentang pengenalan, sejarah, fakta obat, keunikan, dan data-data mengenai penerapan pengobatan kampo yang sudah dilakukan. Selanjutnya, materi kedua adalah mengenai cara untuk menjaga kualitas herbal dari kampo. Pada materi ini, dijelaskan mengenai penjualan kampo serta tempat penyimpanan herbal dengan cara tradisional dan modern. 

Dalam materi ketiga, dipaparkan mekanisme cara kerja kampo. Pada sesi ini dipaparkan beberapa tes prediksi, data penggunaan kampo untuk beberapa penyakit, dan cara kerja beberapa jenis kampo. Materi terakhir yang disampaikan adalah mengenai pengembangan global dari pengobatan kampo. Prof. Kenji Watanabe menjelaskan tentang pengobatan tradisional dari seluruh dunia, perkembangan pengobatan tradisional di dunia, perbedaan integratif dari pengobatan modern dan tradisional, serta keuntungan integratif untuk perawatan yang lebih baik. 

Pada bagian akhir, kuliah tamu ditutup dengan sesi tanya jawab dari dosen maupun mahasiswa. Mahasiswa dengan antusias bertanya mengenai penerapan pengobatan kampo hingga efek yang dirasakan oleh masyarakat pasca pengobatan. Prof. Kenji Watanabe menjelaskan bahwa pengobatan ini hanya diberikan di bawah pengawasan dokter khusus yang sudah menempuh pendidikan pengobatan tradisional sehingga masyarakat dan pasien bisa mendapatkan pengobatan yang legal dan berkhasiat.

Kontributor: Tim Farma Pos Brahma Wisnu (2019), Rizky Alya (2019), dan Eunike Natasya (2019)


Unduhan