HIPERTENSI DAN TANTANGANNYA DI ERA COVID-19

HIPERTENSI DAN TANTANGANNYA  DI ERA COVID-19

Pada tanggal 20 Maret 2021, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga kembali mengadakan Webinar yang kini mencapai Seri kelima dengan topik “Tantangan Terapi Hipertensi di Era Covid-19” melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Acara dipandu oleh moderator apt. Andi Hermansyah, S. Farm., M.Sc., Ph.D. dan apt. Dinda Monika Nusantara Ratri, S.Farm., M.Farm.Klin. Webinar terbagi menjadi 3 sesi yaitu sambutan, penyampaian materi, serta diskusi dan tanya jawab. Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan II FF UNAIR Bidang Sumber Daya dan Keuangan, apt. Mahardian Rahmadi, SSi., M.Sc., PhD. yang menyampaikan apresiasinya kepada para narasumber dan peserta webinar. 

Pembicara pertama adalah Prof. M. Thaha. Dr., PhD., SpPD-KGH, FINASIM, FACP, FASN yang akan membawakan topik “Kontroversi Angiotensin-Coverting Enzyme (ACE) Inhibitor dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) terhadap risiko Covid-19”. Prof. Thaha menyampaikan bahwa pasien Covid-19 mendapat peluang sembuh lebih besar apabila menggunakan Angiotensin-Coverting Enzyme/Angiotensin Receptor Blocker (ACEIs/ARBs) dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya.

Materi kedua disampaikan oleh dr. Febi Dwi Rahmadi, SKM., MSc.PH, PhD. mengenai manajemen hidup sehat pada penderita hipertensi di masa pandemi Covid-19. Dr. Febi menyampaikan Covid-19 dapat menjadi faktor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah dan mengendalikan faktor penyebab hipertensi. Penyakit akibat perilaku dapat diatasi dengan perubahan perilaku dan pendekatan socio-environment.

Penyampaian materi berikutnya oleh Prof. Dr. apt. Umi Athiyah, MS. mengenai kepatuhan pasien hipertensi mengonsumsi obat pada masa pandemi Covid-19. Kepatuhan penggunaan obat menjadi isu sentral penentu keberhasilan terapi dan efisiensi biaya kesehatan. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, ada beberapa rekomendasi pelayanan yang baik yaitu menyederhanakan regimen serta memberikan ilmu pengetahuan akan obat yang digunakan. Hal ini memberikan pelayanan dan kesehatan yang lebih baik serta biaya yang lebih murah.

Materi terakhir diisi oleh Dr. apt. Yunita Nita, M.Pharm. dengan materi pengukuran kepatuhan minum obat. Dr. Yunita menyampaikan penting bagi apoteker untuk mendeteksi ketidakpatuhan menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Ada banyak kesempatan bagi Apoteker untuk meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, salah satu cara yang terbaik yaitu dengan berbicara kepada pasien.

Setelah sesi kedua selesai, sesi diskusi dan tanya jawab dibuka dengan pertanyaan dari partisipan kepada Prof. Umi tentang studi kasus pasien yang tidak rutin mengajukan medical check up karena masalah finansial. Prof. Umi menanggapi “Jika pasien ini memiliki catatan kesehatan di salah satu puskesmas atau apotek, maka catatan dokter atau apoteker dapat digunakan untuk membantu pasien dengan mengunjungi lokasi pasien dan mendapat bantuan dana dari pemerintah”.

Kontributor: Tim Farma Pos Rachel Natalie (2020), Erlisa Alya (2019), Amalia (2019)


Unduhan