Social Distancing

Sebuah cara penting yang tidak hanya melindungimu, tetapi juga seluruh masyarakat.

Minggu, 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pentingnya Social distancingsebagai upaya mengurangi persebaran COVID-19. Hingga artikel ini dibuat, telah dikonfirmasi bahwa terdapat 134 kasus COVID-19 dengan 5 kematian dan 8 sembuh. Mengikuti arahan Presiden, Universitas Airlangga pun menetapkan kebijakan UTS secara daring melalui AULA dan beberapa UTS yang memang tidak bisa dilakukan secara daring, diundur.

Utama: Apa itu Social distancing?

Pemahaman sedehananya adalah, menjauhkan dirimu dari orang lain—setidaknya 6 kaki, menurut WHO. Social distancingtidak sama dengan self quarantinedan isolasi. Masih banyak orang yang miskonspesi akan ketiga hal ini. Jika kalian sedang melakukan social distancingkalian masih diperbolehkan keluar rumah, pergi ke supermarket, atau mengecek uang di ATM. Namun, garis bawahi dua hal ini: Minimalisasi kontak dengan orang lain, Maenjauhi keramaian. Sedangkan Self quarantine adalah upaya yang mengharuskan kalian berada di rumah saja dan hanya diperbolehkan keluar apabila memang membutuhkan bantuan medis .  Self quarantinesendiri diperuntukkan kepada siapa saja yang belakangan ini melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama ke negara yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi atau pernah kontak langsung dengan orang yang diketahui terinfeksi COVID-19. Sedangkan isolasi adalah upaya medis untuk menjauhkan orang-orang yang terinfeksi dari masyarakat luar yang tidak terinfeksi.

Pentingnya dan keefektifan Social Distancing

Coronavirus diketahui menyebar dengan cepat melalu kontak orang-ke-orang. Virus ini menyebar melalui dropletspernapasan yang diproduksi ketika orang yang terinfeksi batuk dan  bersin . Corona Disease Center  percaya bahwa penyakit ini akan lebih mudah menyebar dalam komunitas orang banyak. Sebuah riset dari BioMed Central Public Healthpada tahun 2010 menyimpulkan bahwa social distancingsangat efektif untuk menurunkan kasus flu di tempat kerja.  Sebuah artikel yang dirilis oleh The New York Timesjuga menyatakan urgensi dari social distancing.Dalam artikel disebutkan sebuah teori yang disebut Flattening the curve.Pada artikel, ditampilkan sebuah kurva yang menunjukkan bahwa kasus pada suatu saat akan naik hingga melewati garis yang menunjukkan kapasitas system perawatan kesehatan. Apabila kasus melewati garis tersebut, system perawatan kesehatan akan kualahan, sehig=ingga tidak bisa memberikan perawatan dengan 

baik. Kita dapat menurunkan kurva agar tidak sampai berada di atas garis perawatan kesehatan dengan cara menerapkan social distancing.

 

Yang seharusnya dilakukan dan yang tidak

Bolehkah keluar rumah? Untuk mencari udara segar? Tentu saja boleh. Namun kalian harus tetap menjaga kebersihan: menyemprotkan disinfektan ke tangan, ke apa saja yang kalian sentuh, dan jangan pernah menyentuh wajah sebelum tangan disanitasi.

Bolehkah pergi belanja bulanan? Ya, boleh dengan konsekuensi yang sudah disebutkan di atas.

Bolehkah makan di restoran? Lebih baik jangan. Kalian bisa pilih opsi bungkus karena dalam ruangan yang terbatas dan banyak orang  akan sulit menerapakan social distancing. Sehingga, risiko untuk terinfeki akan lebih tinggi.

Bolehkah datang ke rapat yang penting? Sebaiknya kalian mengubah metode rapat kalian yang semula langsung menjadi online. Bu Kholis, dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga mengatakan;” seusai dengen arahan ketua komisi kemahasiswaan, untuk sementara waktu, rapat- rapat dijadikan online saja,” Senin (16/3) melalui Line.

Boleh, kencan, tidak? Boleh, asal dipastikan kalua kamu dan pasanganmu dalam keadaan sehat dan tolong hindari keramaian. Atau kalian bisa mempraktikkan apa yang dilakukan Will dan Stella di film Five feet Apart: menjauhlah dari satu sama lain sejuah lima kaki.

 

Pustaka:

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-social-distancing-and-self-quarantine

https://www.nytimes.com/2020/03/16/smarter-living/coronavirus-social-distancing.html

https://www.asumsi.co/post/amankah-berkencan-di-tengah-pandemi-virus-corona

https://www.nytimes.com/2020/03/11/science/coronavirus-curve-mitigation-infection.html

https://www.verywellmind.com/what-is-social-distancing-4799570


Unduhan